LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Permohonan Maaf dan Terima Kasih

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:17 WIB
LANCAR: Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU, di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8).
LANCAR: Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU, di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8).

RADAR KUDUS – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2021–2026 akhirnya mendapat persetujuan peserta Muktamar ke-35 NU secara aklamasi.

LPJ tersebut dipaparkan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8/2026) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya memaparkan perjalanan kepengurusan PBNU selama lima tahun terakhir.

Ia mengatakan amanah yang diterima sejak 2021 telah dijalankan melalui berbagai program dan kebijakan, meskipun dalam perjalanannya organisasi menghadapi beragam dinamika serta keterbatasan.

“Lima tahun yang lalu kami menerima amanah ini. Sekarang, kami izin untuk menyampaikan penjelasan atas segala ikhtiar yang telah kami kerjakan,” ujar Gus Yahya di hadapan peserta muktamar.

Menurutnya, selama periode 2021–2026, PBNU berusaha menyesuaikan kebijakan dan langkah organisasi dengan perkembangan zaman.

Berbagai program disusun dan keputusan diambil dengan mempertimbangkan kemampuan serta kondisi kepengurusan.

Namun, Gus Yahya juga tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih terjadi. Ia mengakui bahwa tidak semua program dan ikhtiar dapat berjalan sesuai harapan.

Sejumlah target berhasil dicapai, tetapi masih ada pekerjaan yang belum sepenuhnya tuntas dan membutuhkan waktu untuk diselesaikan. Bahkan, menurut Gus Yahya, terdapat sejumlah keputusan yang mungkin pada masa mendatang perlu dievaluasi dan diperbaiki.

“Dalam perjalanan ini ada yang berhasil, ada yang belum sempurna, ada yang masih membutuhkan waktu. Bisa jadi ada pula keputusan kami yang kelak dinilai perlu diperbaiki,” lanjutnya.

Gus Yahya Sampaikan Permohonan Maaf

Dalam penyampaian LPJ tersebut, Gus Yahya turut menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah sebagai Ketua Umum PBNU.

Permintaan maaf itu disampaikan kepada organisasi NU, seluruh warga Nahdliyin, serta berbagai pihak yang selama lima tahun terakhir ikut menjadi bagian dari perjalanan jam’iyah.

Setelah LPJ diterima secara aklamasi, Gus Yahya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada peserta muktamar.

Menurutnya, penerimaan laporan pertanggungjawaban tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyelesaian kewajiban organisasi.

Lebih dari itu, keputusan tersebut dinilainya mencerminkan adanya kepercayaan, kebersamaan, dan keikhlasan yang terbangun selama masa khidmah 2021–2026.

Gus Yahya kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja selama periode kepengurusan tersebut.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus PBNU, jajaran PW, PC, PCI, hingga para kader di akar rumput,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para masyayikh yang selama ini memberikan arahan, keteguhan, serta bimbingan kepada jajaran PBNU.

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi dalam menjaga kehormatan sekaligus kemaslahatan jam’iyah.

Gus Yahya berharap seluruh kerja keras dan pengabdian yang telah dilakukan selama masa kepengurusan tersebut dapat memberikan manfaat bagi NU dan masyarakat.

“Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal yang penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
Sumber : radar jombang
kh yahya cholol staquf ketum pbnu jombang nahdlatul ulama