Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Muktamar ke-35 NU Memanas, Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Berujung Voting

A
Penulis: Ali Mustofa❯
LANCAR: Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU, di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8).
LANCAR: Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU, di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8).

Advertisement

RADAR KUDUS – Perdebatan mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode mendatang menjadi salah satu agenda yang menyita perhatian dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Pembahasan yang berlangsung cukup panjang tersebut akhirnya tidak menemukan titik temu.

Forum pun harus menyiapkan mekanisme pemungutan suara setelah musyawarah untuk mencapai mufakat belum berhasil dilakukan.

Advertisement

Situasi ini terjadi dalam Sidang Pleno III yang membahas sekaligus mengesahkan hasil Sidang Komisi Organisasi. Sebelumnya, perdebatan serupa telah berlangsung cukup alot di tingkat komisi.

Dua Pilihan Mekanisme Pemilihan

Pimpinan Sidang Komisi Organisasi, Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan bahwa terkait persyaratan pencalonan Ketua Umum PBNU sebenarnya telah terdapat kesepahaman untuk membuat ketentuan lebih terbuka, selama tetap mengacu pada persyaratan pokok yang tercantum dalam AD/ART NU.

Advertisement

Namun, persoalan justru mengerucut pada mekanisme pemilihan. Perbedaan pandangan membuat persidangan sempat dihentikan sementara sebelum akhirnya muncul dua alternatif.

Pilihan pertama adalah pemilihan secara langsung dengan prinsip one man one vote. Dalam skema tersebut, suara diberikan oleh utusan daerah dengan tetap disertai persetujuan dari Rais Aam yang telah terpilih.

Sedangkan pilihan kedua mengusulkan adanya proses penjaringan calon melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).

Nama-nama yang muncul dari proses penjaringan tersebut kemudian akan dihimpun dan ditabulasi. Hasilnya diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang berperan sebagai lembaga pemilih.

Menurut Asrorun Niam, AHWA nantinya menjalankan fungsi sebagai Ahlul Ikhtiar, yakni pihak yang dinilai memiliki kapasitas untuk menentukan sosok yang akan memimpin NU selama lima tahun ke depan. Proses tersebut tetap mempertimbangkan restu serta persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.

Advertisement

Artikel Terkait

Punya Latar Belakang Ekonomi Islam, Ini Sosok KH Marsudi Syuhud yang Muncul di Muktamar NU

Punya Latar Belakang Ekonomi Islam, Ini Sosok KH Marsudi Syuhud yang Muncul di Muktamar NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, memasuki salah satu agenda paling penting pada Sabtu (29/8/2026) malam.

Mengenal KH Imam Jazuli, Sosok Pengasuh Pesantren BIMA Cirebon yang Namanya Muncul di Muktamar NU

Mengenal KH Imam Jazuli, Sosok Pengasuh Pesantren BIMA Cirebon yang Namanya Muncul di Muktamar NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, memasuki fase penting pada Sabtu (29/8/2026) malam.

Profil Gus Rozin, Tokoh Pesantren Asal Pati yang Kini Jadi Salah Satu Nama Penting di Muktamar NU

Profil Gus Rozin, Tokoh Pesantren Asal Pati yang Kini Jadi Salah Satu Nama Penting di Muktamar NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, memasuki fase yang menentukan pada Sabtu (29/8/2026) malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer