Nasaruddin Umar Pastikan Tak Maju sebagai Ketua Umum PBNU, Pilih Fokus di Kementerian Agama

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:13 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADAR KUDUS – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan dirinya tidak akan ikut dalam persaingan perebutan posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Nasaruddin memilih tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai Menteri Agama.

Ia ingin memusatkan perhatian pada tugas pemerintahan sekaligus membantu Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kehidupan beragama dan memperkuat kerukunan antarumat.

Menurut Nasaruddin, tugas yang diembannya sebagai Menteri Agama memiliki cakupan yang luas sehingga membutuhkan konsentrasi dan perhatian penuh.

Atas pertimbangan tersebut, ia memandang tidak ikut dalam bursa Ketua Umum PBNU sebagai pilihan yang paling tepat.

“Maka yang terbaik buat saya, dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan, atau juga termasuk NU, lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya yang disampaikan Jumat (28/8).

Nasaruddin menegaskan bahwa keputusannya tidak berkaitan dengan keinginan untuk menjauh dari NU.

Ia justru berharap organisasi yang menjadi wadah perjuangan warga Nahdliyyin tersebut terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak dari berbagai daerah yang sebelumnya memberikan dukungan dan berharap dirinya bersedia maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

“Maka dengan demikian, saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU,” tegasnya.

Nasaruddin mengatakan dirinya telah mantap untuk tetap berada di pemerintahan dan menjalankan amanah sebagai Menteri Agama.

Fokus tersebut diarahkan untuk membantu Presiden Prabowo dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis dan menjaga kerukunan umat.

Di tengah berlangsungnya agenda Muktamar ke-35 NU, Nasaruddin berharap seluruh rangkaian forum lima tahunan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Ia juga berharap keputusan yang dihasilkan nantinya mampu membawa manfaat bagi bangsa Indonesia serta memberikan dampak positif bagi seluruh warga Nahdliyyin.

“Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar, dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa, khususnya untuk Nahdliyyin,” jelasnya.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut digelar di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Forum lima tahunan ini menjadi ruang berkumpulnya para ulama, kiai, pengurus NU, badan otonom, serta warga Nahdliyyin dari berbagai daerah di Indonesia hingga perwakilan dari luar negeri.

Salah satu agenda penting dalam Muktamar ke-35 NU adalah menentukan Ketua Umum PBNU untuk periode kepengurusan selanjutnya.

Dengan Nasaruddin Umar memastikan tidak ikut dalam kontestasi, persaingan perebutan kursi Ketua Umum PBNU kini akan berlangsung di antara kandidat-kandidat lain yang telah masuk dalam bursa.

Editor : Ali Mustofa
Muktamar ke-35 NU nasaruddin umar menteri agama Nahdliyyin nahdlatul ulama