Update Harga BBM 26 Agustus 2026, Antrean SPBU Jadi Kendala Ojol Meski Pertamax Turun

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:16 WIB
Ilustrasi pertamina (ist)
Ilustrasi pertamina (ist)

RADAR KUDUS - Harga Pertamax yang tercantum dalam daftar harga BBM terbaru memberikan sedikit ruang bagi pengemudi ojek online (ojol), tetapi persoalan lain masih menghantui mereka. Di Karanganyar, Jawa Tengah, waktu yang tersita akibat antrean panjang di SPBU dinilai tetap menggerus peluang mendapatkan order dan pendapatan harian.

Salah seorang pengemudi ojol di Karanganyar, Ifan (32), mengatakan penurunan harga Pertamax memang membantu menekan biaya operasional. Namun, manfaat tersebut belum sepenuhnya terasa ketika pengemudi harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mengisi bahan bakar.

"Harga Pertamax turun memang bikin lega, tapi kalau waktu habis buat antre, tetap terasa berat," kata Ifan.

Bagi pengemudi ojol, waktu bukan sekadar persoalan perjalanan dari satu titik ke titik lain. Setiap menit yang digunakan untuk menunggu di SPBU berarti berkurangnya waktu untuk menerima pesanan penumpang maupun layanan antar makanan.

Ifan mengaku pernah kehilangan sejumlah peluang order karena harus menunggu giliran mengisi BBM. Kondisi itu menjadi persoalan tersendiri karena penghasilan pengemudi ojol sangat bergantung pada seberapa banyak pesanan yang dapat diselesaikan dalam sehari.

"Saya bisa kehilangan beberapa order cuma karena harus menunggu isi bensin," ujarnya.

Untuk mengurangi waktu tunggu, Ifan biasanya berusaha memilih jam tertentu saat mengisi BBM. Akan tetapi, strategi tersebut tidak selalu efektif karena tingkat kepadatan di SPBU berubah-ubah dan sulit dipastikan.

Kondisi tersebut membuat penurunan harga BBM belum otomatis berarti pengeluaran operasional pengemudi ojol turun secara signifikan. Bagi mereka, efisiensi tidak hanya ditentukan oleh harga per liter, tetapi juga seberapa cepat kendaraan dapat kembali digunakan untuk mencari order.

"Kalau harga bensin turun dan antreannya juga cepat, itu baru benar-benar terasa membantu kami," tutur Ifan.

Ia berharap penurunan harga Pertamax dapat dibarengi dengan pelayanan pengisian BBM yang lebih cepat. Dengan begitu, pengemudi tidak terlalu lama meninggalkan aktivitas mencari penumpang atau mengantarkan pesanan.

Sementara itu, daftar harga BBM yang dicantumkan dalam artikel sumber per 24 Agustus 2026 menunjukkan harga Pertamax berbeda menurut wilayah. Untuk Jawa Tengah, harga Pertamax tercatat Rp15.950 per liter. Harga tersebut sama dengan yang tercantum untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sejumlah wilayah lain.

Untuk produk lainnya di Jawa Tengah, Pertamax Turbo tercatat Rp18.300 per liter, Pertamax Green Rp16.600, Pertamina Dex Rp21.150, dan Dexlite Rp19.700 per liter. Sementara itu, Pertalite tercantum Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.

Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dapat berbeda antarwilayah karena penetapan harga mempertimbangkan sejumlah komponen biaya dan kondisi distribusi. Adapun Pertalite dan Biosolar termasuk BBM bersubsidi yang penyalurannya diatur pemerintah. MyPertamina menjelaskan bahwa Pertalite dan Biosolar merupakan jenis BBM bersubsidi dengan penyaluran yang ditujukan kepada konsumen sesuai ketentuan pemerintah.

Di sejumlah wilayah lain, daftar yang sama menunjukkan harga Pertamax lebih tinggi. Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, serta beberapa provinsi di Kalimantan dan Sulawesi tercatat Rp16.300 per liter. Sementara Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara tercatat Rp16.650 per liter.

Khusus kawasan perdagangan bebas, harga Pertamax tercatat lebih rendah. Di FTZ Sabang, misalnya, Pertamax berada di level Rp14.950 per liter, sedangkan di FTZ Batam tercatat Rp15.150 per liter.

Meski demikian, bagi pengemudi ojol seperti Ifan, harga BBM bukan satu-satunya faktor yang menentukan besarnya biaya operasional. Kecepatan pelayanan di SPBU juga memiliki dampak langsung karena waktu yang seharusnya digunakan untuk menerima pesanan dapat hilang hanya karena antrean.

Karena itu, penurunan harga Pertamax menjadi kabar positif, tetapi dampaknya bagi pekerja yang mengandalkan kendaraan sebagai sumber penghasilan akan lebih terasa apabila diikuti layanan pengisian yang efisien. Bagi pengemudi ojol, lebih sedikit waktu di SPBU berarti lebih banyak kesempatan kembali ke jalan dan menerima order.

Editor : Mahendra Aditya
harga BBM 26 Agustus 2026 harga BBM Jawa Tengah harga Pertamax Jawa Tengah antrean SPBU Karanganyar harga pertamax terbaru