
KALIWUNGU – Pembangunan Jembatan Gantung Setrokalangan-Kedungwaru terus dikebut.
Infrastruktur yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Demak tersebut diharapkan menjadi jalur alternatif penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lintas wilayah.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai keberadaan jembatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat di kedua kabupaten.
Sebab, akses itu tidak hanya memudahkan perjalanan warga, tetapi juga menunjang aktivitas para pekerja, buruh pabrik, hingga petani.
“Ini cita-cita masyarakat Kudus dan Demak, jembatan ini jadi jantung ekonomi pekerja, buruh pabrik, hingga petani. Semoga bisa bermanfaat dan mendukung perekonomian,” ujar Sam’ani saat meninjau pembangunan Jembatan Setrowaru di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jumat (28/8).
Menurutnya, pembangunan jembatan menjadi langkah strategis untuk memperlancar konektivitas masyarakat yang beraktivitas di wilayah Kudus maupun Demak.
Selama ini, warga yang menggunakan jalur tersebut harus menempuh akses memutar untuk menuju wilayah tujuan.
Sam’ani menyebut aktivitas masyarakat di jalur tersebut cukup tinggi.
Diperkirakan sekitar 6.000 hingga 7.000 pengguna sepeda motor melintasi kawasan tersebut setiap hari.
“Ini sangat strategis karena mobilitas masyarakat cukup tinggi. Banyak pekerja dan petani yang membutuhkan akses ini,” katanya.



