Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kalung Melati yang Dikenakan Punya Makna Mendalam

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 16:07 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). (Tangkapan layar YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). (Tangkapan layar YouTube Setpres)

RADAR KUDUS – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tampil mengenakan beskap berwarna biru dongker yang dipadukan dengan peci hitam. Penampilannya semakin khas dengan rangkaian bunga melati putih yang dikenakan sebagai kalung.

Upacara tahun ini menjadi kali kedua bagi Prabowo memimpin langsung peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Saat memimpin prosesi, Prabowo mengajak seluruh peserta upacara untuk sejenak mengheningkan cipta. Momen tersebut ditujukan untuk mengenang perjuangan serta pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan kehormatan Indonesia.

Selain mengenang jasa para pejuang bangsa, Prabowo juga menyampaikan doa untuk masyarakat yang sedang menghadapi bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia secara khusus mendoakan warga yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur, serta berbagai daerah lainnya.

Kabinet Merah Putih Hadir dengan Busana Adat

Upacara peringatan HUT ke-81 RI turut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih. Para pejabat negara tampak mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Mantan Presiden Joko Widodo bersama istrinya, Iriana, juga hadir dalam rangkaian upacara di Istana Merdeka tersebut.

Namun, selain pakaian yang dikenakan Presiden dan para pejabat, aksesori berupa kalung melati juga menarik perhatian. Bunga putih yang melingkar di leher Prabowo ternyata memiliki makna simbolis yang cukup kuat.

Bukan Sekadar Aksesori, Ini Makna Kalung Melati

Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta, Dana Duriyatna, menjelaskan bahwa melati putih atau Jasminum sambac merupakan salah satu bunga nasional Indonesia yang dikenal sebagai puspa bangsa.

"Bunga melati putih (Jasminum sambac) adalah bunga nasional Indonesia atau puspa bangsa. Penggunaannya sebagai kalung melati melambangkan kesucian hati, ketulusan, serta kebersihan niat dalam memimpin bangsa dan negara," katanya.

Rangkaian melati yang digunakan dalam upacara formal kenegaraan juga dapat menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Indonesia.

Pandangan serupa disampaikan desainer Ali Charisma.

Ia menilai melati telah memiliki hubungan yang erat dengan kebudayaan dan berbagai tradisi seremoni masyarakat Indonesia.

Bagi Ali, bunga tersebut identik dengan sejumlah nilai, seperti kesucian, ketulusan, penghormatan, dan sesuatu yang bersifat sakral.

Kehadirannya dalam busana kenegaraan juga memberikan nuansa budaya Indonesia yang kuat tanpa harus mengubah keseluruhan pakaian menjadi busana adat.

"Secara umum, melati sering diasosiasikan dengan kesucian, ketulusan, penghormatan, dan sesuatu yang sakral, selain tentu memiliki karakter visual yang sangat khas Indonesia," kata Ali.

Dari perspektif fesyen, penggunaan melati sekaligus menunjukkan bahwa unsur budaya lokal dapat dipadukan dengan gaya busana formal yang modern.

Simbol Niat Bersih dan Pengabdian

Pengamat mode Lisa Fitria menilai kalung melati yang dikenakan seorang kepala negara memiliki pesan simbolis yang kuat.

Melati dapat menggambarkan kesucian niat, ketulusan dalam menjalankan amanah, kehormatan, serta bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dengan demikian, melati yang dikenakan Prabowo tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan.

 Aksesori tersebut dapat menjadi simbol visual mengenai nilai-nilai yang diharapkan melekat pada seorang pemimpin, terutama niat yang bersih dan pengabdian yang tulus.

"Jadi, melati bukan sekadar aksesori untuk memperindah busana. Ia menjadi semacam visual statement tentang nilai yang idealnya melekat pada seorang pemimpin yakni niat yang bersih dan pengabdian yang tulus," kata Lisa.

Selain Prabowo, sejumlah pejabat negara juga terlihat mengenakan rangkaian kalung melati dalam upacara tersebut. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Editor : Ali Mustofa
hut ke-81 ri kalung melati Presiden Prabowo