SPPG Medali 1 Mojokerto Meledak, Lima Orang Terluka dan Bangunan Mengalami Kerusakan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:04 WIB
AMBRUK: Warga melihat kondisi SPPG Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang meledak dan terbakar, Kamis (13/8) malam.
AMBRUK: Warga melihat kondisi SPPG Medali 1, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang meledak dan terbakar, Kamis (13/8) malam.

RADAR KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali 1 yang berada di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, mengalami ledakan pada Kamis (13/8/2026) malam.

Insiden tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.

Para korban mengalami sejumlah cedera, mulai dari luka bakar hingga tertimpa material bangunan SPPG yang runtuh akibat ledakan.

Setelah kejadian, korban langsung dievakuasi oleh relawan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto ke Rumah Sakit Islam Sakinah (RSI) Mojokerto dan RS Gatoel Mojokerto untuk mendapatkan perawatan.

Ledakan Diduga Berasal dari Kebocoran Tabung Gas

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Dugaan sementara, sumber ledakan berasal dari tabung gas yang mengalami kebocoran di dalam bangunan SPPG.

Saat kejadian, terdapat tiga teknisi yang sedang melakukan perbaikan pada tabung gas tersebut.

Satpam SPPG Medali 1, Bagiyanto, mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras dari dalam bangunan.

Menurutnya, suara ledakan terdengar seperti benda berat yang jatuh dan kemudian disusul dentuman keras.

Ledakan tersebut selanjutnya memicu munculnya kobaran api di dalam gedung.

Api tidak hanya membakar bagian bangunan, tetapi juga mengenai tiga orang yang sedang melakukan perbaikan instalasi gas.

“Setelah ledakan kondisinya gelap semua,” kata Bagiyanto.

Dari tiga teknisi yang menjadi korban, satu di antaranya merupakan teknisi sekaligus pemilik usaha gas, sedangkan dua lainnya merupakan pembantu teknisi. Ketiganya mengalami luka bakar cukup serius.

Bagiyanto menyebut kondisi ketiga korban cukup parah karena mengalami luka bakar di sebagian besar tubuh.

Salah satu korban yang disebut mengalami luka paling serius adalah Edi, pemilik usaha gas yang ikut menangani proses perbaikan.

“Waktu itu memang pas ngisi gas, terus diperbaiki. Mungkin saat diperbaiki lalu terjadi ledakan,” jelas Bagiyanto.

Dua Relawan SPPG Tertimpa Reruntuhan

Ledakan tersebut tidak hanya melukai tiga orang teknisi. Dua dari sembilan relawan SPPG yang sedang bertugas juga ikut menjadi korban.

Saat kejadian, sembilan relawan yang terdiri dari satu laki-laki dan delapan perempuan tengah menjalankan aktivitas menyiapkan bahan makanan.

Mereka diketahui sedang mengupas sayuran dan menyiapkan bahan untuk menu hotdog.

Situasi berubah ketika terdengar suara ledakan dari area gas. Kobaran api kemudian terlihat dan bagian bangunan SPPG mengalami keruntuhan.

Dua relawan bernama Nikmah dan Tia tertimpa material bangunan yang ambruk. Keduanya saat itu sedang memilah selada.

Salah satu relawan SPPG, Aqda Marselino, menjelaskan bahwa atap bangunan tiba-tiba runtuh setelah ledakan. Material bangunan kemudian mengenai kedua rekannya.

“Waktu itu mereka sedang memilah selada. Pas gasnya meledak atap runtuh, lalu materialnya menimpa mereka,” ujarnya.

Melihat kondisi bangunan yang mulai runtuh dan kobaran api semakin membesar, para relawan lainnya langsung berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Mereka berhamburan keluar untuk menghindari kemungkinan terjadinya keruntuhan susulan sekaligus menjauh dari api yang terus membesar.

“Setelah ledakan itu semua pada lari,” imbuhnya.

Petugas Damkar dan Polisi Datang ke Lokasi

Tidak lama setelah kejadian, sejumlah unit pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan menuju lokasi untuk menangani kobaran api.

Relawan bersama warga juga turut membantu proses evakuasi korban menuju rumah sakit.

Hingga laporan ini disusun, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pembasahan di area SPPG guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kejadian lanjutan.

Sementara itu, aparat dari Polsek Puri dan Polres Mojokerto telah berada di lokasi untuk mengamankan area kejadian.

Polisi juga melakukan penyelidikan guna mengetahui secara pasti penyebab ledakan dan memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan lima orang terluka tersebut.

Editor : Ali Mustofa
Sumber : Radar Mojokerto
bangunan sppg polisi pemadam kebakaran