289 Siswa di Berastagi Dirawat Usai Diduga Keracunan MBG

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:44 WIB
Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG

RADAR KUDUS - Sebanyak 289 siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjalani perawatan medis setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Para siswa yang terdampak berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi. Hingga Kamis malam, mereka mendapat penanganan di lima fasilitas kesehatan dengan kondisi yang masih terus dipantau tenaga medis.

RS Amanda menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 157 siswa. Dari jumlah tersebut, 137 siswa menjalani rawat inap, sedangkan 20 lainnya mendapatkan perawatan sebagai pasien rawat jalan.

Sementara itu, 90 siswa dirawat di RS Efarina, 35 siswa di RSUD Kabanjahe, empat siswa di RS Mina, dan tiga siswa lainnya mendapat penanganan di Puskesmas Berastagi.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara. Pendataan dan pemeriksaan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan masih berlangsung sehingga angka pasien dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi dan hasil verifikasi dari masing-masing fasilitas kesehatan.

Pemkab Karo Pastikan Siswa Mendapat Perawatan

Pemerintah Kabupaten Karo langsung melakukan penanganan terhadap para siswa yang terdampak. Pemkab memastikan kebutuhan medis serta proses pemulihan para siswa menjadi prioritas.

Bupati Karo Antonius mengatakan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesembuhan seluruh siswa yang mengalami gangguan kesehatan.

Pemkab Karo juga akan membantu proses kepulangan siswa yang telah dinyatakan pulih oleh dokter. Mereka akan difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan izin dari tim medis.

Penyebab Masih Menunggu Hasil Investigasi

Hingga Kamis malam, belum ada kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa tersebut. Pemeriksaan dan investigasi masih dilakukan oleh pihak terkait.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tidak membuat kesimpulan atau menyebarkan spekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diketahui.

Kasus ini menjadi perhatian serius terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut keamanan pangan dan kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik.

Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi siswa tetap berjalan dengan standar keamanan pangan yang memadai.

Editor : Mahendra Aditya
Kabupaten Karo MBG Berastagi 289 siswa Berastagi keracunan mbg Makan Bergizi Gratis