Seleksi 9 Sekolah Kedinasan 2026 Dirilis, Catat Jadwal Lengkap hingga Tahap SKD

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 09:17 WIB
ILUSTRASI: Para ASN di Kudus bubar setelah mengikuti apel belum lama ini.
ILUSTRASI: Para ASN di Kudus bubar setelah mengikuti apel belum lama ini.

RADAR KUDUS - Kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur sekolah kedinasan kembali dibuka pada tahun 2026. Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah merilis kalender resmi Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan (SPPD) yang menjadi acuan seluruh instansi penyelenggara. Pendaftaran masih berlangsung hingga 13 Agustus 2026, sehingga lulusan SMA, SMK, maupun sederajat yang berminat diimbau segera menyelesaikan proses registrasi melalui portal SSCASN.

Program sekolah kedinasan setiap tahun menjadi salah satu jalur pendidikan paling diminati karena menawarkan pendidikan yang dibiayai pemerintah serta prospek karier sebagai ASN sesuai kebutuhan formasi instansi masing-masing. Meski demikian, mekanisme pengangkatan lulusan tetap mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku pada masing-masing kementerian atau lembaga penyelenggara.

Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terintegrasi melalui portal SSCASN Sekolah Kedinasan yang dikelola BKN. Sistem ini dirancang untuk memastikan proses penerimaan berlangsung objektif, transparan, akuntabel, dan kompetitif sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan.

Berdasarkan jadwal resmi BKN, tahapan seleksi dimulai sejak 25 Juli hingga 13 Agustus 2026 untuk pendaftaran online sekaligus pembuatan akun SSCASN. Setelah periode registrasi berakhir, panitia akan melakukan verifikasi administrasi sebelum mengumumkan peserta yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.

Selanjutnya, sepanjang Agustus hingga September 2026 peserta yang memenuhi syarat akan memperoleh jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) sekaligus mencetak kartu ujian. Pelaksanaan SKD dijadwalkan berlangsung pada September 2026 dengan materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Peserta yang berhasil melewati SKD masih harus mengikuti seleksi lanjutan pada Oktober 2026. Tahapan ini berbeda di setiap sekolah kedinasan, namun umumnya mencakup tes kesehatan, tes kesamaptaan, psikotes, wawancara, hingga pemeriksaan kompetensi khusus sesuai karakteristik pendidikan masing-masing institusi.

Tahun ini terdapat sembilan kementerian dan lembaga yang membuka penerimaan peserta didik baru. Kesembilan instansi tersebut meliputi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di bawah Kementerian Dalam Negeri, Politeknik Keuangan Negara STAN milik Kementerian Keuangan, sekolah-sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan seperti STTD, Poltekbang, Poltektrans, dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP), sekolah di bawah Kementerian Hukum, Politeknik Imigrasi (POLTEKIM) dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP), Politeknik Statistika STIS milik Badan Pusat Statistik, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).

Agar proses pendaftaran berjalan lancar, pelamar diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen penting sejak awal. Dokumen tersebut meliputi KTP elektronik atau Kartu Identitas Anak bagi yang belum memiliki KTP, Kartu Keluarga dengan data kependudukan yang telah tervalidasi di Dukcapil, ijazah atau Surat Keterangan Lulus bagi lulusan terbaru, nilai rapor atau transkrip sesuai ketentuan instansi, serta pasfoto terbaru dengan latar belakang merah.

Proses registrasi dilakukan secara daring melalui portal SSCASN. Pelamar terlebih dahulu membuat akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga, kemudian melakukan login untuk melengkapi biodata, mengunggah swafoto beserta dokumen persyaratan, memilih satu sekolah kedinasan yang dituju, melakukan pengecekan ulang seluruh data pada halaman resume, lalu mengakhiri proses dengan mencetak kartu pendaftaran sebagai bukti registrasi.

BKN juga mengimbau peserta agar tidak menunggu hingga batas akhir pendaftaran. Tingginya jumlah pelamar pada hari-hari terakhir berpotensi menyebabkan antrean akses sistem, sehingga pendaftaran lebih awal memberikan kesempatan memperbaiki data apabila ditemukan kesalahan administrasi.

Selain mempersiapkan dokumen, peserta disarankan mulai berlatih menghadapi SKD CAT karena tahap ini menjadi pintu utama menuju seleksi lanjutan. Penguasaan materi TWK, TIU, dan TKP, ditambah pemahaman terhadap karakter seleksi masing-masing sekolah kedinasan, akan meningkatkan peluang lolos ke tahapan berikutnya.

Dengan sisa waktu pendaftaran yang semakin singkat, calon peserta diharapkan segera membuat akun SSCASN, melengkapi seluruh persyaratan administrasi, serta mengikuti setiap pengumuman resmi BKN maupun instansi tujuan. Ketelitian dalam proses pendaftaran dan kesiapan menghadapi seluruh tahapan seleksi menjadi modal penting untuk meraih kesempatan menempuh pendidikan kedinasan pada tahun 2026.

Editor : Mahendra Aditya
SSCASN Sekolah Kedinasan Jadwal Sekolah Kedinasan 2026 BKN Sekolah Kedinasan 2026 sekolah kedinasan 2026 Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026