RADAR KUDUS — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono secara resmi dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Posisi kepemimpinan BGN ini diserahkan kepadanya guna menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya memutuskan mundur demi berfokus pada pengobatan serta pemulihan penyakit jantung di luar negeri.
Pelantikan Sudaryono secara hukum didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/B Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Landasan hukum ini menjadi fondasi bagi Sudaryono untuk memimpin pelaksanaan program-program pemenuhan gizi berskala nasional.
Pengalaman Pribadi: Anak Desa yang Tumbuh Besar dari Protein Telur
Usai prosesi pelantikan, Sudaryono membagikan latar belakang kehidupannya sebagai anak desa.
Ia menceritakan bagaimana asupan protein tinggi, khususnya dari telur ayam yang dipelihara keluarganya di kampung halaman, menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang dan kecerdasannya sejak kecil.
“Sekali lagi, saya ini anak dari desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah. Saya merasa saya ini adalah efek atau tumbuh kembang dari banyak makan telur, bahkan sampai bisulan di mana-mana karena kebanyakan protein,” kelakar Sudaryono sebagaimana dikutip dari saluran YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Cerita personal tersebut dijadikannya sebagai gambaran nyata betapa krusialnya asupan protein terjangkau seperti telur ayam bagi tumbuh kembang, kecerdasan fisik, serta kecerdasan intelektual anak-anak di daerah rural maupun perkotaan.
Pokok Fokus BGN: Kualitas Gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Sudaryono menjelaskan bahwa prioritas utama Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinannya adalah memastikan pemenuhan gizi yang merata dan berkualitas melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menekankan bahwa standar mutu dan kualitas asupan gizi akan menjadi indikator utama yang terus diawasi secara ketat oleh BGN.
Klarifikasi Isu Kepemilikan Dapur MBG dan SPPG
Baca Juga: Alami Kerugian Rp3 Miliar hingga Teror Mistik, Amanda Manopo Laporkan Mantan Karyawan ke Polisi
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono memanfaatkannya untuk meluruskan berbagai rumor dan isu yang berkembang di tengah publik mengenai dugaan keterlibatan atau kepemilikan Dapur MBG serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh kerabat maupun lingkaran terdekatnya.
Dengan tegas, Sudaryono membantah seluruh anggapan tersebut dan menjamin transparansi tata kelola di lembaga yang dipimpinnya.
“Saya pastikan isu tersebut tidak benar. Saya tidak punya SPPG, tidak punya dapur MBG, dan tidak ada satu pun keluarga saya yang memiliki atau mengelola fasilitas seperti itu,” tegas Sudaryono memungkas keterangannya. (*)