Usai Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Cerita Pengalaman Kecil Banyak Makan Telur hingga Tepis Isu Dapur MBG

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:10 WIB
Usai Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Cerita Pengalaman Kecil Banyak Makan Telur hingga Tepis Isu Dapur MBG
Usai Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Cerita Pengalaman Kecil Banyak Makan Telur hingga Tepis Isu Dapur MBG

 

RADAR KUDUS — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono secara resmi dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Posisi kepemimpinan BGN ini diserahkan kepadanya guna menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya memutuskan mundur demi berfokus pada pengobatan serta pemulihan penyakit jantung di luar negeri.

Pelantikan Sudaryono secara hukum didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/B Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

Baca Juga: Minta Parpol Beri Ruang Kepemimpinan: Surya Paloh Tegaskan Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Generasi Muda

Landasan hukum ini menjadi fondasi bagi Sudaryono untuk memimpin pelaksanaan program-program pemenuhan gizi berskala nasional.

Pengalaman Pribadi: Anak Desa yang Tumbuh Besar dari Protein Telur

Usai prosesi pelantikan, Sudaryono membagikan latar belakang kehidupannya sebagai anak desa.

Ia menceritakan bagaimana asupan protein tinggi, khususnya dari telur ayam yang dipelihara keluarganya di kampung halaman, menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang dan kecerdasannya sejak kecil.

“Sekali lagi, saya ini anak dari desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah. Saya merasa saya ini adalah efek atau tumbuh kembang dari banyak makan telur, bahkan sampai bisulan di mana-mana karena kebanyakan protein,” kelakar Sudaryono sebagaimana dikutip dari saluran YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Cerita personal tersebut dijadikannya sebagai gambaran nyata betapa krusialnya asupan protein terjangkau seperti telur ayam bagi tumbuh kembang, kecerdasan fisik, serta kecerdasan intelektual anak-anak di daerah rural maupun perkotaan.

Pokok Fokus BGN: Kualitas Gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sudaryono menjelaskan bahwa prioritas utama Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinannya adalah memastikan pemenuhan gizi yang merata dan berkualitas melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

1.Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita:Sasaran penerima manfaat utama.

Memastikan pemenuhan gizi sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) demi mencegah risiko timbulnya stunting pada anak.

2.Anak Usia Sekolah dan Remaja:Penguatan generasi penerus.

Menjamin ketersediaan makanan bernutrisi tinggi di sekolah-sekolah untuk menunjang konsentrasi serta perkembangan fisik siswa.

3.Kelompok Lansia dan Masyarakat Rentan:Perlindungan gizi sosial.

Menyalurkan bantuan gizi yang tepat sasaran bagi kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia menekankan bahwa standar mutu dan kualitas asupan gizi akan menjadi indikator utama yang terus diawasi secara ketat oleh BGN.

Klarifikasi Isu Kepemilikan Dapur MBG dan SPPG

Baca Juga: Alami Kerugian Rp3 Miliar hingga Teror Mistik, Amanda Manopo Laporkan Mantan Karyawan ke Polisi

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono memanfaatkannya untuk meluruskan berbagai rumor dan isu yang berkembang di tengah publik mengenai dugaan keterlibatan atau kepemilikan Dapur MBG serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh kerabat maupun lingkaran terdekatnya.

Dengan tegas, Sudaryono membantah seluruh anggapan tersebut dan menjamin transparansi tata kelola di lembaga yang dipimpinnya.

“Saya pastikan isu tersebut tidak benar. Saya tidak punya SPPG, tidak punya dapur MBG, dan tidak ada satu pun keluarga saya yang memiliki atau mengelola fasilitas seperti itu,” tegas Sudaryono memungkas keterangannya. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
Sudaryono dilantik Kepala BGN profil Sudaryono makan telur banyak Keputusan Presiden Nomor 78B 2026 program Makan Bergizi Gratis BGN klarifikasi dapur MBG SPPG Sudaryono