RADAR KUDUS — Keputusan mengejutkan datang dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya setelah sang putri menjadi sasaran kritik publik akibat unggahan pamer gaya hidup mewah (flexing) di berbagai platform media sosial.
Polemik yang bermula dari ruang digital tersebut dengan cepat membesar hingga memicu dinamika di tengah masyarakat.
Tak ingin persoalan pribadi keluarganya berdampak pada stabilitas roda pemerintahan daerah, Nevirizal memilih mengambil langkah retret dari posisinya sebagai pejabat eselon II.
Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Menjaga Kredibilitas Institusi
Melalui surat resmi yang dilayangkan kepada Penjabat (Pj) Bupati Gayo Lues, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan mundur ini murni didasari atas pertimbangan etika kepemimpinan dan tanggung jawab moral sebagai seorang kepala keluarga sekaligus pejabat publik.
“Saya mengundurkan diri demi menjaga nama baik dan kredibilitas institusi Pemkab Gayo Lues yang selama ini saya wakili, serta memberikan ruang bagi proses evaluasi berjalan secara objektif tanpa membebani jalannya roda pemerintahan,” ungkap Nevirizal dalam keterangan tertulisnya.
Ia berharap keputusannya dapat meredam kegaduhan publik dan menjadi pengingat bagi seluruh pimpinan aparatur sipil negara (ASN) akan pentingnya menjaga pembinaan etika serta sensitivitas di lingkungan keluarga pejabat.
Berawal dari Unggahan Liburan Luar Negeri hingga Foto Jeriken BBM
Sorotan tajam warganet berawal dari beredarnya potongan gambar dan video milik putri Nevirizal di media sosial.
Sejumlah konten yang diunggah dinilai memperlihatkan kepemilikan barang bernilai fantastis dan gaya hidup di luar batas kewajaran.
Rangkaian konten yang memicu gelombang kritik publik tersebut antara lain:
-
Momen Liburan Mewah: Dokumentasi perjalanan wisata ke sejumlah destinasi mancanegara yang dikemas secara mencolok.
-
Hadiah Kendaraan: Unggahan yang memperlihatkan penerimaan hadiah unit kendaraan bernilai tinggi.
-
Sisi Kontroversial Jeriken BBM: Foto yang menampilkan tumpukan jeriken berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lantas memicu dugaan kepemilikan atau aktivitas tertentu di luar kepatutan.
Seiring derasnya sorotan, putri sang pejabat akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.
Ia mengakui kekhilafannya dan menyadari bahwa konten-konten yang diunggahnya dibuat tanpa mempertimbangkan dampak sosial, etika, serta beban moral yang harus ditanggung oleh sang ayah sebagai abdi negara.
Sinyal Ketat bagi Etika Birokrasi dan ASN
Baca Juga: Kondisi Kesehatan Drop, Hotman Paris Resmi Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kasus yang menimpa Nevirizal ini menambah deretan panjang pejabat publik yang harus melepaskan jabatannya akibat aktivitas anggota keluarga di media sosial.
Peristiwa di Kabupaten Gayo Lues ini kembali mempertegas instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KemenPAN-RB agar seluruh ASN beserta keluarganya menerapkan pola hidup sederhana, bijak memanfaatkan media sosial, serta senantiasa menjaga kepatutan di tengah masyarakat. (*)