RADAR KUDUS — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa harga BBM yang tidak disubsidi berpotensi untuk turun karena harga minyak global mengalami penurunan.
Poin tersebut disampaikan oleh pemerintah pada Juli 2026, di tengah perhatian masyarakat mengenai kemungkinan perubahan harga bahan bakar yang tidak mendapatkan subsidi.
Menurut Bahlil, penurunan harga BBM nonsubsidi sangat tergantung pada pola harga minyak dunia yang terus menurun.
Dengan kata lain, keputusan untuk melakukan penyesuaian tidak diambil sembarangan, namun berdasarkan kondisi pasar dan analisis ekonomi yang relevan.
Baca Juga: Harga Ayam Mulai Melonjak, Sekolah Kembali Beroperasi Jadi Alasan
Pernyataan ini menarik perhatian karena pada awal Juli 2026, Pertamina telah lebih dahulu menurunkan harga beberapa jenis BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Penyesuaian harga tersebut menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan untuk melakukan koreksi harga, terutama jika harga acuan internasional terus menurun.
Namun, pemerintah belum memberikan kepastian mengenai besar atau waktu dari penurunan berikutnya.
Baca Juga: Komdigi Sebut 6,8 Juta Warga Ikuti Registrasi SIM Pakai Biometrik
Bahlil menyatakan bahwa masyarakat harus sabar menunggu keputusan resmi, karena harga BBM yang tidak disubsidi mengikuti perkembangan pasar global dan kebijakan penyesuaian dari perusahaan terkait.
Dengan demikian, peluang untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi pada Juli 2026 masih ada, tetapi sangat tergantung pada pergerakan harga minyak dunia.
Pemerintah juga terlihat berhati-hati agar penyesuaian harga tetap sesuai dengan situasi pasar dan tidak menimbulkan spekulasi yang berlebihan. (*)
Editor : Anita Fitriani