Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Jamin Kelancaran Distribusi, Prajurit TNI-Polri Dikerahkan Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina

Ghina Nailal Husna • Jumat, 17 Juli 2026 | 16:14 WIB
Jamin Kelancaran Distribusi, Prajurit TNI-Polri Dikerahkan Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina
Jamin Kelancaran Distribusi, Prajurit TNI-Polri Dikerahkan Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina

 

RADAR KUDUS — Pemerintah mengambil langkah taktis dan tidak biasa demi mengatasi kemacetan distribusi energi di wilayah Sumatra Utara.

Prajurit TNI beserta personel Polri kini dikerahkan ke lapangan untuk bertugas sebagai pengemudi sementara mobil truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina (Persero).

Keterlibatan aparat penegak hukum dan pertahanan ini dilakukan guna memulihkan pasokan BBM ke masyarakat yang sempat tersendat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Ciptakan Lingkungan Islami, Pemkab Aceh Utara Resmi Terapkan Pemisahan Kelas Siswa dan Siswi di Jenjang SD-SMP

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan resmi mengenai kebijakan darurat ini. 

Ia menegaskan bahwa pelibatan unsur militer dan kepolisian murni bertujuan untuk menjaga stabilitas serta mengamankan jalur distribusi objek vital nasional agar tidak mengalami kelumpuhan total.

Langkah intervensi ini diambil sebagai respons cepat pemerintah untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang sempat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dan kabupaten/kota di sekitarnya.

Dipicu PHK Massal Sopir Tangki, Bukan Kelangkaan Stok BBM

Fakta di Lapangan: Otoritas daerah menegaskan bahwa akar masalah yang memicu antrean panjang di SPBU bukanlah akibat menipisnya pasokan minyak dari pusat, melainkan kendala teknis operasional armada pengangkut.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meluruskan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai isu kelangkaan pasokan.

Berdasarkan hasil koordinasinya dengan pihak Pertamina, stok BBM di Fuel Terminal sebenarnya dalam kondisi yang sangat aman dan mencukupi.

Persoalan utama bersumber dari adanya aksi pemberhentian hubungan kerja (PHK) secara massal terhadap para pengemudi mobil tangki reguler.

Dampaknya, puluhan armada truk tangki pengangkut sempat telantar di depo dan tidak dapat beroperasi untuk menyuplai pasokan ke tangki-tangki penyimpanan di SPBU.

Operasi Kemanusiaan Jangka Pendek dan Pengawalan Ketat

Untuk memulihkan keadaan tanpa harus menunggu roda ekonomi daerah terhenti, personel TNI dan Polri diterjunkan dengan mandat ganda:

Baca Juga: Biadab! Pria 31 Tahun di Grobogan Tega Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Nenek Berusia 90 Tahun

  • Pengemudi Cadangan: Mengoperasikan armada truk tangki yang kosong ke berbagai penjuru SPBU prioritas selama masa transisi operasional.

  • Pengawalan Distribusi: Memastikan proses pengiriman logistik BBM dari terminal induk menuju SPBU tujuan berjalan aman tanpa ada gangguan keamanan di jalur lintas komersial.

Kebijakan ini ditegaskan bersifat sementara. Personel TNI dan Polri hanya akan bertugas di balik kemudi truk tangki Pertamina hingga proses rekrutmen dan pelatihan sopir sipil yang baru selesai dilaksanakan secara penuh oleh pihak manajemen mitra Pertamina.

Langkah sapu jagat ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan aktivitas mobilitas warga dan logistik di Sumatra Utara dalam waktu singkat. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
Mensesneg Prasetyo Hadi TNI sopir tangki Pertamina krisis distribusi BBM Medan Bobby Nasution antrean SPBU pengawalan truk BBM Sumatera Utara