Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Bahlil Ungkap Adanya B50, Hemat Devisa hingga Rp170 Triliun

Anita Fitriani • Minggu, 12 Juli 2026 | 08:09 WIB

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

 

 

 

RADAR KUDUS — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pelaksanaan biodiesel B50 dapat menjadi langkah signifikan untuk mengurangi impor solar dan menghemat devisa negara dengan potensi mencapai Rp170 triliun.

Pernyataan ini disampaikan pada acara peluncuran B50 di Karawang pada 9 Juli 2026, menegaskan bahwa kebijakan ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.

Bahlil merincikan bahwa estimasi penghematan tersebut meningkat dibandingkan dengan program B40 yang sebelumnya diperkirakan mampu menahan devisa sekitar Rp133 triliun.

Ia menyatakan bahwa dengan adanya B50, kebutuhan untuk mengimpor solar akan berkurang secara signifikan, bahkan dapat berpotensi menghilangkan keharusan impor produk solar ke tanah air.

Baca Juga: Usulan Baru BPIH 2027 Naik ke Rp107 Juta per Jemaah

Dalam penjelasannya, Bahlil menggarisbawahi bahwa dampak utama dari kebijakan ini bukan hanya soal penghematan devisa, melainkan juga penguatan posisi energi nasional.

Selain terkait devisa, Bahlil juga menambahkan bahwa penerapan B50 akan meningkatkan permintaan CPO dari 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta ton, sehingga akan memberikan kepastian pasar yang lebih luas bagi para petani sawit.

Ia juga menyampaikan bahwa program ini dapat mengerek nilai tambah industri CPO dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun.

Pemerintah memosisikan B50 sebagai kebijakan energi yang juga memberikan dampak langsung terhadap ekonomi di sektor kelapa sawit.

Baca Juga: Prabowo Subianto Resmi Terapkan B50, Penghematan Devisa Capai Rp170 Triliun

Dari sisi tenaga kerja, Bahlil menyebutkan bahwa pelaksanaan B50 berpotensi menyerap hingga 2,1 juta tenaga kerja, meningkat dari 1,8 juta dalam program B40.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 44,46 juta ton CO2.

Kebijakan B50 mendapat perhatian besar karena pemerintah menjadikannya bagian dari upaya mencapai kemandirian energi pada 2026.

Dalam perspektif pemerintah, penghematan devisa sebesar Rp170 triliun menjadi salah satu angka krusial yang mencerminkan dampak besar kebijakan ini terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: B50 Berlaku, Bahlil Pastikan RI Tak Impor Solar Lagi

Bahlil menekankan bahwa dengan B50, Indonesia dapat memperkecil ketergantungan pada impor solar dan memperkuat ketahanan energi domestik.

Dengan pernyataan penghematan valuta asing yang mencapai Rp170 triliun, B50 saat ini menjadi salah satu program energi paling signifikan pada Juli 2026.

Tujuan utamanya jelas, yaitu untuk mengurangi impor solar, menjaga valuta asing agar tetap beredar di dalam negeri, serta meningkatkan kemandirian energi nasional. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#B50 #biodiesel #devisa #BBM #bahlil lahadalia