Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga Level III, Ini Alasan PVMBG Belum Menurunkan Statusnya

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 6 Juli 2026 | 09:16 WIB
Ilustrasi: Gunung anak Krakatau pantauan dari cctv PVMBG. ANTARA/HO-PVMBG/am.
Ilustrasi: Gunung anak Krakatau pantauan dari cctv PVMBG. ANTARA/HO-PVMBG/am.

JAKARTA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda hingga Senin, 6 Juli 2026, masih menjadi perhatian para vulkanolog. Meski belum terjadi erupsi besar dalam beberapa waktu terakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memutuskan mempertahankan status gunung api tersebut pada Level III atau Siaga.

Keputusan ini diambil karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dinilai masih belum stabil. Rekaman kegempaan menunjukkan masih adanya pergerakan fluida di dalam tubuh gunung yang berpotensi memicu erupsi sewaktu-waktu.

Mengapa Status Gunung Anak Krakatau Belum Diturunkan?

Kepala PVMBG menjelaskan bahwa hasil pemantauan terbaru masih memperlihatkan aktivitas internal gunung yang cukup tinggi.

Sepanjang periode pemantauan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, instrumen seismik merekam:

Menurut PVMBG, kemunculan tremor menerus menjadi indikator bahwa masih terdapat pergerakan fluida vulkanik menuju permukaan.

Meski hingga kini belum terdeteksi suplai magma baru dalam jumlah signifikan, kondisi tersebut menunjukkan sistem vulkanik Gunung Anak Krakatau belum benar-benar stabil.

Karena alasan itulah status Level III masih dipertahankan.

Potensi Erupsi Masih Ada

PVMBG menegaskan bahwa peluang terjadinya erupsi belum sepenuhnya hilang.

Aktivitas tremor yang terus terekam menunjukkan proses vulkanik di bawah permukaan masih berlangsung.

Karakteristik Gunung Anak Krakatau memang dikenal sangat dinamis. Setelah erupsi besar pada 2018 yang memicu longsoran tubuh gunung dan tsunami di Selat Sunda, aktivitas gunung ini terus dipantau secara intensif karena dapat berubah dalam waktu singkat.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan meskipun aktivitas di permukaan tampak relatif tenang.

Radius Bahaya Tetap 3 Kilometer

Selama status Siaga masih berlaku, PVMBG tetap memberlakukan larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Larangan tersebut berlaku bagi:

Pembatasan ini bertujuan mengantisipasi kemungkinan lontaran material vulkanik, hujan abu, maupun erupsi yang dapat terjadi tanpa banyak tanda awal.

Apakah Wisata Anyer dan Carita Aman?

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat, PVMBG memastikan kawasan wisata di sepanjang Pantai Anyer, Cinangka, hingga Carita masih berada dalam kondisi aman.

Jarak kawasan wisata tersebut dengan Gunung Anak Krakatau sekitar 42 kilometer, jauh di luar zona bahaya yang telah ditetapkan.

Material pijar maupun lontaran batu vulkanik diperkirakan tidak akan mencapai wilayah tersebut.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti perkembangan resmi apabila terjadi perubahan aktivitas gunung.

Asap Masih Keluar dari Kawah

Hasil pengamatan visual menunjukkan kepulan asap putih masih terlihat keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau.

Tinggi kolom asap berkisar 5 hingga 10 meter di atas puncak, sementara arah penyebarannya bergantung pada kondisi angin di kawasan Selat Sunda.

Fenomena tersebut masih dianggap bagian dari aktivitas vulkanik yang sedang dipantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat Diminta Tidak Percaya Informasi Hoaks

PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.

Seluruh perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan diumumkan melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, serta instansi pemerintah terkait.

Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh data yang akurat dan menghindari kepanikan akibat kabar yang belum terverifikasi.

Selama status Siaga masih berlaku, kewaspadaan menjadi langkah terbaik. Meski belum ada indikasi erupsi besar dalam waktu dekat, aktivitas seismik yang masih terekam menunjukkan Gunung Anak Krakatau tetap memiliki potensi mengalami erupsi sewaktu-waktu sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam penuh.

Editor : Mahendra Aditya
#Gunung Anak Krakatau hari ini #status Gunung Anak Krakatau #erupsi Anak Krakatau #gunung anak krakatau #pvmbg