RADAR KUDUS — Badai efisiensi di tubuh industri teknologi tanah air kembali berembus kencang. Raksasa teknologi ByteDance, melalui unit bisnisnya TikTok, dikabarkan terus melakukan restrukturisasi dan pengurangan tenaga kerja berskala masif di unit bisnis Tokopedia pasca-merger.
Berdasarkan laporan internal dan sumber industri yang beredar, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi dalam beberapa tahap belakangan ini telah memangkas jumlah karyawan Tokopedia secara ekstrem hingga menyusut sekitar 90 persen dari total puncaknya.
Penyusutan paling mencolok dilaporkan terjadi pada divisi inti yang selama ini menjadi tulang punggung operasional perusahaan.
Baca Juga: Minuman Manis Bisa Menghilangkan Stres? Ketahui Faktanya!
Di departemen teknologi (engineering/tech division), dari total sekitar 1.100 personel yang sebelumnya mengabdi, kini dikabarkan hanya tersisa sekitar 35 orang saja yang masih aktif bertahan untuk mengawal jalannya sistem.
Gelombang PHK Terbaru Sasar Ratusan Karyawan
Menurut data dari sumber dalam yang dihimpun, eskalasi pengurangan karyawan ini terus bergerak dalam grafik yang agresif.
Pada gelombang pemangkasan terbaru yang dilakukan manajemen, dilaporkan ada lebih dari 450 karyawan yang harus kehilangan pekerjaan mereka dalam satu waktu sekaligus.
Kalkulasi Penyusutan Karyawan: Jika ditarik garis historis sejak Tokopedia masih berada di bawah naungan penuh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), perusahaan tercatat memiliki sekitar 2.500 pegawai. Dengan rentetan gelombang efisiensi yang dieksekusi oleh manajemen baru terafiliasi TikTok, jumlah total karyawan yang tersisa saat ini diestimasikan hanya berada di kisaran 10 persen dari angka semula.
Saat ini, mayoritas pekerja yang masih dipertahankan oleh perusahaan terkonsentrasi pada beberapa lini kritis, meliputi:
-
Bidang Bisnis & Komersial: Menjaga relasi kemitraan dan ekosistem perdagangan digital.
-
Tim Teknologi Terpilih: Koridor kecil engineer untuk memastikan integrasi infrastruktur tidak lumpuh.
-
Divisi Trust and Safety: Memastikan keamanan transaksi, kepatuhan hukum, serta moderasi konten pada platform agar tetap aman bagi konsumen.
Pembelaan TikTok: Langkah Taktis Penyelarasan Fungsi R&D Global
Di sisi lain, menanggapi laporan mengenai penyusutan drastis tersebut, pihak TikTok berulang kali menegaskan bahwa penyesuaian organisasi ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi global perusahaan.
Baca Juga: Benarkah Nanas Bisa Membuat Daging Empuk? Ini Penjelasan dan Cara Menggunakannya
Manajemen berkilah bahwa langkah ini penting diambil demi penyelarasan fungsi riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) agar tidak terjadi tumpang tindih (redundancy) pasca-akuisisi.
Melalui restrukturisasi ini, TikTok mengeklaim dapat membangun organisasi yang lebih lincah (agile) dan efektif dalam mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Perusahaan juga menekankan bahwa keputusan sulit ini pada akhirnya ditujukan untuk memperkuat fondasi operasional jangka panjang, sehingga perusahaan dapat memberikan dukungan yang lebih optimal, berkelanjutan, dan inovatif bagi ekosistem penjual (merchants), para kreator konten, serta jutaan pengguna setia platform di masa mendatang. (*)