RADAR KUDUS — Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 29 terminal BBM untuk mendukung penggunaan biodiesel 50 persen atau B50 yang segera mulai diimplementasikan pada bulan Juli 2026.
Kesiapan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan bahan bakar campuran nabati secara nasional, dengan Pertamina memastikan jaringan distribusinya sudah siap untuk mulai mengalirkan produk tersebut secara bertahap.
Hingga awal Juli 2026, dari total 126 terminal BBM yang dimiliki Pertamina, hanya 29 terminal yang sudah diumumkan siap memberikan B50 dalam bentuk Biosolar.
Pertamina menjelaskan bahwa proses ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan dilakukan secara bertahap selama masa transisi agar distribusi bahan bakar tetap berjalan lancar dan kebutuhan pasokan di setiap daerah tetap terpenuhi.
Baca Juga: BPS Ungkap Proyeksi Produksi Beras Hingga Agustus 2026 Sebesar 25,28 Juta Ton
Perusahaan ingin memastikan bahwa infrastruktur, pasokan, dan distribusi siap dan bisa berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah dengan menerapkan pola bertahap tersebut.
Kesiapan terminal ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya menantikan peluncuran kebijakan, tetapi juga sudah mengatur distribusi dari segi operasional sejak awal.
Dalam penjelasan yang disampaikan kepada masyarakat, Pertamina menegaskan bahwa jaringan infrastruktur di berbagai daerah telah siap digunakan untuk mendukung penggunaan bahan bakar B50 secara nasional.
Baca Juga: Serapan Turun Saat MBG Libur, Harga Ayam dan Telur Ikut Anjlok
Langkah tersebut menjadi pendukung utama agar BBM baru bisa tersedia di jalur distribusi resmi dan tidak mengganggu pasokan yang sudah berjalan.
B50 sendiri mendapat perhatian karena merupakan bahan bakar yang terbuat dari 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar, dan rencananya akan mulai diperdagangkan di pasar pada bulan Juli 2026.
Pemerintah menyebutkan bahwa penerapan dimulai sejak 1 Juli 2026, dan Pertamina dianggap sebagai salah satu pihak penting yang menyalurkan ke masyarakat.
Oleh karena itu, kesiapan terminal bahan bakar menjadi faktor penting dalam memastikan kebijakan ini tidak hanya berupa pengumuman saja, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.
Baca Juga: Mulai 1 Juli 2026, Indonesia Akan Jual Biodiesel B50 sebagai BBM Baru
Dari segi distribusi, 29 terminal yang sudah siap tersebut menjadi titik awal untuk memperluas distribusi B50 ke area yang lebih luas.
Pertamina menyatakan jumlah terminal yang menyalurkan bahan bakar akan terus bertambah seiring perkembangan proses peralihan, sehingga kapasitas pelayanan bisa sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan cara ini, perusahaan berusaha memastikan bahwa pelaksanaan B50 tetap terkontrol, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa Pertamina sudah siap menghadapi fase baru dalam mendistribusikan bahan bakar nasional pada bulan Juli 2026.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Tarif Listrik Bulan Juli - September 2026 Tak Naik
Di tengah pelaksanaan program B50, fokus utama terletak pada kesiapan jaringan terminal, karena dari tempat itu pasokan bahan bakar akan terus mengalir ke jalur distribusi berikutnya.
Pertamina juga menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur adalah kunci utama agar program B50 dapat berjalan sesuai dengan rencana pemerintah pada bulan ini.
Pertamina menjadikan distribusi sebagai prioritas utama dalam menerapkan B50 pada bulan Juli 2026.
Tahap awal ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan energi baru mulai berjalan dari rencana ke tindakan di lapangan. (*)
Editor : Anita Fitriani