Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Buntut 5 Peserta Tewas, Kemhan Resmi Hentikan Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Desa

Ghina Nailal Husna • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:41 WIB
Buntut 5 Peserta Tewas, Kemhan Resmi Hentikan Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Desa
Buntut 5 Peserta Tewas, Kemhan Resmi Hentikan Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Desa

 

RADAR KUDUS — Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi mengambil langkah drastis dengan menghentikan total skema Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Para peserta program ini merupakan barisan pemuda terdidik yang dipersiapkan pemerintah untuk mengabdi sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di seluruh pelosok tanah air.

Keputusan besar ini diambil langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pasca-melakukan evaluasi menyeluruh secara mendadak.

Baca Juga: Bantah Tudingan Kriminalisasi, Jaksa Penuntut Umum Tegaskan Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Murni Penegakan Hukum

Langkah pembekuan ini dipicu oleh tragedi memilukan di lapangan, di mana dilaporkan sebanyak lima orang peserta meninggal dunia akibat tidak kuat menahan kerasnya tensi fisik selama masa penggemblengan semi-militer tersebut berjalan.

Sorotan Publik atas Aspek Keselamatan dan Kepesertaan Ibu Hamil

Sebelum keputusan penghentian ini diterbitkan, program Latsarmil ini sebenarnya didesain dalam skala yang sangat masif, melibatkan sekitar 30.000 calon manajer koperasi dari berbagai daerah.

Namun, gelombang kritik dari masyarakat dan pengamat hak asasi manusia kian mencuat ke permukaan setelah ditemukan sejumlah kejanggalan dalam prosedur penyaringan kepesertaan.

Fakta Investigasi: Tim peninjau menemukan adanya kelalaian dalam proses penapisan medis (medical screening), di mana terdapat 32 peserta yang diketahui dalam kondisi sedang hamil namun tetap lolos dan diwajibkan mengikuti rutinitas fisik berat di barak militer.

Temuan tersebut seketika menempatkan aspek keselamatan, standar operating prosedur (SOP), dan perlindungan manusia dalam pelaksanaan program ini menjadi sorotan tajam publik di ruang siber.

Dihapus: Materi Menembak Diganti Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

Sebagai langkah solutif atas evaluasi total tersebut, Kemhan kini merombak total struktur kurikulum pelatihan.

Pemerintah secara resmi menghapus seluruh materi kedisipilinan yang menggunakan pendekatan tempur taktis militer, termasuk di antaranya adalah latihan menembak menggunakan senjata api.

Sebagai gantinya, Kemhan mengubah format program menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Pola baru ini dirancang agar lebih adaptif dan humanis, dengan fokus penekanan pada aspek:

  • Karakter & Kepemimpinan: Menitikberatkan pada pembentukan kedisiplinan kerja, jiwa kepemimpinan (leadership), kerja sama tim, serta rasa tanggung jawab sosial.

  • Nasionalisme: Penguatan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air tanpa doktrinasi fisik ekstrem.

  • Kompetensi Utama: Pendalaman kapasitas manajerial, literasi keuangan, serta kemampuan teknis dalam mengelola ekosistem koperasi modern di tingkat pedesaan.

Pengetatan Skrining Kesehatan Terpadu

Selain mengubah materi, Kemhan juga mereformasi tata cara operasional di lapangan. Intensitas latihan fisik kini akan disesuaikan secara personal berdasarkan batas kemampuan dan kondisi riil para peserta.

Baca Juga: Perkuat Hilirisasi, Pemerintah Bentuk Badan Baru Dewan Kawasan Industri Nasional yang Dipimpin Langsung Presiden Prabowo

 Metode pembelajaran di dalam kelas maupun luar ruangan akan dibuat lebih adaptif dengan mempertimbangkan aspek psikologis peserta guna menghindari tekanan mental berlebihan (stress lavel).

Pemerintah menegaskan bahwa proses pemeriksaan kesehatan ke depan akan diperketat berlapis-lapis guna memastikan tidak ada lagi kelompok rentan yang masuk ke dalam program lapangan.

Kemhan meyakinkan publik bahwa perubahan struktural ini dilakukan agar visi mulia dalam mencetak pengelola koperasi desa yang disiplin, jujur, dan kompeten tetap dapat dicapai secara optimal, namun dengan garansi keamanan dan keselamatan jiwa peserta yang terlindungi 100 persen. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Latsarmil manajer koperasi dihentikan #Menhan Sjafrie Sjamsoeddin beasiswa #evaluasi pelatihan Kemhan 2026 #korban jiwa SPPI Merah Putih #pembekalan bela negara manajerial