Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kematian dr. Icha Disorot, Kemenkes Usut Dugaan Intimidasi terhadap Dokter di NTT

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 28 Juni 2026 | 09:20 WIB
Kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni di TTU menjadi perhatian nasional.
Kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni di TTU menjadi perhatian nasional.

Timor Tengah Utara – Meninggalnya dokter muda asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, memicu perhatian luas dari masyarakat dan kalangan tenaga kesehatan.

Peristiwa tersebut turut mendapat respons dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menyatakan akan mengawal penelusuran atas dugaan intimidasi yang disebut dialami almarhumah saat menjalankan tugas.

Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi oleh sejumlah media nasional, dr. Icha ditemukan meninggal dunia pada pertengahan Juni 2026.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematiannya.

Sebelum meninggal, dr. Icha diketahui bertugas sebagai dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.

Saat menangani seorang pasien anak korban gigitan ular pada 13 Juni 2026, terjadi insiden yang melibatkan dua anggota DPRD Kabupaten TTU.

Kedua anggota DPRD tersebut, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, disebut mendatangi rumah sakit karena pasien merupakan kerabat salah satu dari mereka.

Dugaan adanya percakapan bernada tinggi terhadap dokter yang sedang bertugas kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan dugaan adanya tekanan psikologis yang dialami korban.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya hubungan sebab akibat antara insiden tersebut dengan meninggalnya dr. Icha.

Pihak terkait juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kemenkes Sampaikan Belasungkawa

Melalui pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan RI menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dr. Icha.

Kemenkes menilai almarhumah merupakan tenaga kesehatan yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain menyampaikan rasa duka, Kemenkes menegaskan komitmennya untuk mendalami laporan mengenai dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan tersebut.

Pemerintah menyatakan proses penelusuran akan dilakukan secara transparan agar seluruh fakta dapat terungkap berdasarkan bukti.

Komitmen Lindungi Tenaga Kesehatan

Kemenkes juga menegaskan bahwa setiap tenaga kesehatan berhak memperoleh lingkungan kerja yang aman dan bebas dari intimidasi, perundungan, maupun penyalahgunaan wewenang.

Perlindungan terhadap dokter dan tenaga medis dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti meninggalnya dr. Icha.

Di sisi lain, kedua anggota DPRD yang namanya disebut dalam pemberitaan telah menyampaikan bantahan atas tuduhan melakukan intimidasi.

Proses klarifikasi dari seluruh pihak masih berlangsung sehingga masyarakat diimbau menunggu hasil penyelidikan resmi.

Kasus ini mendapat perhatian dari berbagai organisasi profesi kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas yang berharap investigasi dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum sehingga seluruh fakta dapat terungkap secara jelas.

Editor : Mahendra Aditya
#RS Leona Kefamenanu #dr. Icha #Dugaan intimidasi dokter #Kabupaten Timor Tengah Utara #kemenkes