Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Imbas 'Ledakan' AI, Harga Smartphone Terancam Melonjak Tajam Akibat Kelangkaan Chip Memori

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:14 WIB
Imbas
Imbas 'Ledakan' AI, Harga Smartphone Terancam Melonjak Tajam Akibat Kelangkaan Chip Memori

 

RADAR KUDUS — Para pencinta gawai (gadget) tampaknya harus bersiap menghadapi gelombang kenaikan harga perangkat elektronik dalam waktu dekat.

Krisis kelangkaan chip memori global yang dipicu oleh lonjakan adopsi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) diproyeksikan bakal melambungkan harga jual smartphone dan laptop secara signifikan mulai tahun depan.

Fenomena ini sebenarnya telah mulai merangkak sejak akhir tahun 2025, di mana sejumlah pabrikan raksasa elektronik mulai melakukan penyesuaian harga secara bertahap, tidak terkecuali di pasar domestik Indonesia.

Baca Juga: Duka di RS Leona: Dokter Muda dr. Icha Wafat, Diduga Alami Depresi Hebat Pasca-Ketegangan dengan Anggota DPRD TTU

Namun, para analis memprediksi bahwa puncak kenaikan harga komparatif yang lebih tinggi akan benar-benar terasa pada tahun depan akibat memori yang kini bergeser menjadi komponen termahal dalam struktur perakitan gawai.

Kelangkaan Panjang yang Diprediksi Berlanjut Hingga 2030

Bukan sekadar fluktuasi musiman biasa, krisis pasokan komponen semikonduktor ini diperkirakan akan memakan waktu yang sangat lama untuk kembali pulih.

Tingginya permintaan industri terhadap chip memori berspesifikasi tinggi demi menyokong pemrosesan komputasi AI lokal (on-device AI) tidak sebanding dengan kapasitas produksi pabrik global yang ada saat ini.

Prediksi Produsen: Kepala SK Hynix, perusahaan raksasa asal Korea Selatan yang memproduksi chip memori DRAM terkemuka di dunia, mengeluarkan proyeksi yang cukup mengkhawatirkan.

Ia memprediksi bahwa kelangkaan chip memori global ini akan berlangsung panjang dan belum akan mereda sepenuhnya hingga tahun 2030 mendatang.

CEO Nothing: Waktu Terbaik Membeli HP Baru Adalah 'Kemarin'

Pandangan pesimistis mengenai masa depan harga perangkat elektronik konsumen ini juga diamini oleh Carl Pei, CEO dari Nothing, sebuah produsen smartphone inovatif yang berbasis di Inggris.

Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Pei memberikan peringatan dini kepada konsumen global mengenai dinamika harga komponen yang kian tidak terkendali.

Mengacu pada lonjakan harga bahan baku microchip yang naik tajam, Pei menganalogikan bahwa momentum emas bagi konsumen untuk mendapatkan perangkat dengan harga normal atau cenderung murah sebenarnya telah lewat.

  • Strategi Konsumen: "Jika Anda sedang menunggu waktu untuk membeli HP baru, waktu terbaik adalah kemarin," ujar Carl Pei memperingatkan secara lugas.

  • Realitas Diskon: "Waktu terbaik berikutnya adalah saat ini. Periode diskon tahun ini tidak akan sebesar sebelum-sebelumnya," tambahnya sebagaimana dikutip dari Yahoo Tech.

Pergeseran Struktur Biaya Komponen Gawai

Selama ini, komponen paling mahal yang mendominasi biaya produksi (Bill of Materials) sebuah smartphone kelas atas (flagship) umumnya berpusat pada sektor layar panel OLED canggih atau chipset prosesor utama (SoC).

Namun, masifnya integrasi fitur AI generatif pada gawai genggam menuntut kapasitas RAM dan memori penyimpanan yang jauh lebih besar, cepat, serta efisien.

Baca Juga: Atasi Krisis Tenaga Medis, Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul Pemanfaatan AI untuk Analisis Penyakit di Daerah Terpencil

Akibat keterbatasan pasokan dan perang harga di tingkat hulu, memori kini bermutasi menjadi komponen termahal yang menyedot porsi anggaran produksi terbesar.

Konsekuensinya, para vendor ponsel tidak memiliki pilihan lain selain membebankan kenaikan biaya operasional tersebut kepada harga jual eceran di tingkat konsumen akhir. 

Bagi masyarakat yang berniat memperbarui gawai mereka, menyegerakan pembelian di tahun ini dinilai menjadi langkah finansial yang lebih bijak sebelum inflasi teknologi ini memukul pasar secara menyeluruh. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#teknologi AI smartphone #kenaikan harga HP #krisis chip memori #SK Hynix DRAM #Carl Pei Nothing