Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bahlil Ungkap Pengganti LPG 3 Kg, Produksi Massal Dimulai Juli

Iwan Arfianto • Kamis, 25 Juni 2026 | 16:03 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

 

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memangkas ketergantungan impor gas nasional yang membengkak.

Pemerintah kini bersiap meluncurkan Compressed Natural Gas (CNG) kemasan tabung 3 kilogram (kg) sebagai energi alternatif guna mendampingi atau menggantikan penggunaan LPG melon bersubsidi.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membeberkan adanya ketimpangan yang sangat tajam antara angka konsumsi masyarakat dengan kemampuan produksi LPG domestik.

Saat ini, kebutuhan LPG nasional melambung hingga 8,5 juta ton per tahun, sementara kilang minyak dalam negeri hanya sanggup memproduksi sekitar 1,8 hingga 1,9 juta ton per tahun.

"Selebihnya kita impor. 75% sampai 80% impor. Kenapa LPG kita cuma 20% dari total kapasitas konsumsi kita? Karena memang bahan bakunya itu C3 C4. Gas kita melimpah, tapi gas kita itu C1 C2," ungkap Bahlil dalam perhelatan CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Manfaatkan Surplus Cadangan Gas C1 dan C2 yang Melimpah

Guna keluar dari jebakan impor, pemerintah mengalihkan fokus optimalisasi pada jenis gas bumi C1 dan C2 yang cadangannya justru sangat berlimpah di perut bumi Indonesia.

Bahlil mengilustrasikan potensi luar biasa dari temuan cadangan gas raksasa (giant discovery) di Kalimantan Timur yang memiliki deposit hingga 5 triliun kaki kubik (TCF).

Proyeksi tambahan sebesar 2 TCF beserta konsentrat setara 200.000 barel minyak diperkirakan akan membuat produksi siap pakai menyentuh 3.000 MM pada periode 2028–2029.

Angka produksi masa depan tersebut dinilai surplus besar-besaran, mengingat kebutuhan untuk menutup total konsumsi LPG di Indonesia saat ini tidak lebih dari 800 MM.

Diklaim Lebih Aman, Anti-Ledakan, dan Masuk Tahap Akhir Bersama Pertamina

Pemanfaatan bahan bakar CNG sebenarnya bukan barang baru bagi industri, mengingat varian tabung besar berukuran 12 kg dan 50 kg sudah lazim dioperasikan oleh sektor perhotelan, restoran, hingga kafe.

Namun, tantangan teknis muncul ketika teknologi ini harus diciutkan ke dalam skala tabung rakyat berukuran 3 kg.

Bahlil mengonfirmasi bahwa saat ini proses uji coba CNG tabung 3 kg sudah memasuki fase krusial tahap ketiga bersama PT Pertamina (Persero).

Karena didesain untuk masyarakat luas, tabung ini dirancang khusus dengan kekuatan tekanan tinggi berkisar antara 200 hingga 250 bar.

Meskipun tekanannya tinggi, masyarakat diimbau tidak perlu cemas mengenai aspek keselamatan.

Formula tabung baru ini dipastikan mengadopsi katup pengaman (valve) mutakhir.

"Nanti kompornya tidak perlu diganti kompor langsung, dan itu bisa menahan peledakan dan kebakaran.

Itu sudah sekarang lagi diuji. Sekarang kita lagi uji tahap ketiga mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi," pungkas Bahlil optimis.

Editor : Iwan Arfianto
#cng #lpg 3 kg #kementerian esdm