RADAR KUDUS — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menutup sekitar 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini terus mengalami kerugian, sebagai bagian dari langkah besar untuk memperbaiki kinerja perusahaan milik pemerintah agar lebih efisien dalam penggunaan anggaran dan meningkatkan prestasi negara.
Keputusan menutup perusahaan-perusahaan tersebut diumumkan oleh Prabowo dalam rangka penyelenggaraan penataan BUMN yang sedang berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak menunjukkan peningkatan kinerja, sehingga biaya operasional mereka merugikan keuangan negara.
Pemerintah menyatakan bahwa proses penutupan dilakukan setelah melalui evaluasi dan berbagai tahapan administratif yang melibatkan Danantara sebagai lembaga pengelola BUMN, dengan tujuan untuk menghilangkan entitas yang tidak menghasilkan keuntungan dan mengalihkan sumber daya ke perusahaan yang memiliki rencana bisnis yang jelas.
Baca Juga: Bawa 50 Peluru, WNA Portugal Ditahan di Bandara Ngurah Rai Bali
Langkah ini juga menjadi bagian dari target yang lebih luas untuk menyederhanakan ribuan perusahaan BUMN agar hanya tersisa jumlah yang lebih efisien, sekaligus memungkinkan pergantian manajemen atau penggabungan jika terdapat kesempatan restrukturisasi yang memadai.
Pemerintah menyatakan bahwa upaya penutupan dilakukan secara bertahap dan diiringi dengan langkah administratif untuk menangani kewajiban, aset, serta nasib karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku, meskipun detail teknis untuk setiap perusahaan belum diberikan secara lengkap dalam pengumuman awal.
Menurut pernyataan pemerintah, tindakan besar ini bisa mengurangi beban biaya negara secara besar, tetapi pihak berwenang akan terus mengawasi dampaknya setelah diterapkan agar proses perpindahan berjalan lancar dan menghindari gangguan pada perekonomian daerah.
Baca Juga: Bos PLN Umumkan Permohonan Maaf atas Mati Listrik Bergilir di Jawa
Prabowo menyatakan bahwa proses penyusunan ulang BUMN akan terus berjalan sebagai bagian dari agenda reformasi pengelolaan ekonomi negara, dengan fokus pada efisiensi, akuntabilitas, dan pengumpulan sumber daya ke entitas yang mampu bersaing serta memberikan manfaat bagi negara.
Editor : Anita Fitriani