SURABAYA — Polrestabes Surabaya berhasil menangkap pelaku pembacokan yang menyebabkan kematian seorang pelajar dalam kejadian saat konvoi perayaan ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya.
Pelaku berinisial MN (21), warga Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, akhirnya berhasil ditangkap oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di Desa Pengkol Pasarenan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, pada Jumat (21/6/2026).
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan bahwa peristiwa pembacokan yang menyedihkan terjadi pada Kamis (18/6/2026) pukul 00.30 WIB di area Jalan Sumatera, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya.
Baca Juga: Paman Bakar Ponakan Tak Mau Mandi di Semarang Ditangkap Polisi Setelah 2 Bulan Melarikan Diri
Seorang korban yang adalah pelajar SMA bernama GAD (16) meninggal dunia karena dibacok saat sedang mengikuti konvoi perayaan ulang tahun klub sepak bola Persebaya.
Seorang remaja lainnya juga menjadi korban saat pengeroyokan terjadi.Aldo dikenal sebagai pelajar yang lucu dan ramah, dan ia menghembuskan napas terakhirnya di Ruang Instalasi Gawat Darurat setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis.
Ia meninggal dunia setelah ditusuk dengan benda tajam saat sedang berusaha melerai perkelahian yang terjadi dalam rombongan penggemar klub sepak bola di Jalan Sumatera, Kecamatan Gubeng, Surabaya.
Baca Juga: Bos PLN Umumkan Permohonan Maaf atas Mati Listrik Bergilir di Jawa
Perayaan ulang tahun klub sepak bola yang seharusnya penuh antusiasme di Kota Surabaya berubah menjadi kesedihan yang dalam bagi keluarga korban.
Pelaku, MN (21) atau MN (22), warga Tambaksari Surabaya, telah ditangkap polisi terkait insiden yang terjadi saat perayaan Anniversary ke-99 Persebaya.
Polisi sedang menyelidiki dengan tekun kasus bacokan yang dialami seorang pelajar di Kota Surabaya melalui Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di tengah suasana meriah perayaan ulang tahun klub sepak bola Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Wanita Disekap dan Dianiaya di Kos Bandung, Keluarga Laporkan ke Polda Jabar
Polisi menyatakan bahwa acara ulang tahun klub tersebut pada Rabu (17/6/2026) malam berubah menjadi tragedi berdarah yang membuat seorang remaja meninggal dunia.
Saat ini, petugas penyelidik sedang mengejar pembacokan tersebut untuk mengetahui secara jelas bagaimana insiden pengeroyokan dan pembacokan yang dilakukan oleh anggota Bonek berlangsung.
Polisi berharap bisa memberikan rasa aman hukum kepada keluarga korban serta masyarakat Surabaya.
Baca Juga: BGN Hentikan Insentif SPPG Saat Libur Sekolah, Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kerumunan suporter bola yang seharusnya menyampaikan semangat positif justru berujung pada tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat.
Polisi akan terus melakukan proses hukum terhadap MN sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku terkait kasus pembunuhan dan penganiayaan.
Keluarga korban dan warga Surabaya masih menunggu hasil investigasi yang lengkap dari Polrestabes Surabaya mengenai urutan kejadian yang menyedihkan ini.
Editor : Anita Fitriani