BANDUNG - Dinas Pendidikan Kota Bandung resmi mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 1 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2026/2027, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Pengumuman ini menjadi momen penting bagi ribuan peserta yang sebelumnya telah mengikuti pendaftaran melalui jalur Prestasi dan Afirmasi yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026.
Sistem seleksi tahun ini kembali dilakukan secara digital melalui portal resmi SPMB Kota Bandung, sehingga peserta maupun orang tua dapat memantau hasil tanpa harus datang langsung ke sekolah.
Hasil Seleksi Bisa Dicek Online
Peserta dapat mengakses hasil seleksi melalui laman resmi spmb.bandung.go.id. Selain menampilkan status kelulusan, sistem juga menyediakan fitur pemantauan posisi seleksi secara real time.
Langkah pengecekan hasil SPMB Tahap 1 2026 adalah sebagai berikut:
-
Buka situs resmi SPMB Kota Bandung
-
Pilih menu “Hasil Seleksi”
-
Tentukan jenjang SD atau SMP
-
Pilih jalur pendaftaran (Prestasi atau Afirmasi)
-
Cari sekolah tujuan atau nama peserta
-
Masukkan data seperti NIK, kode pendaftaran, atau nama lengkap
-
Sistem akan menampilkan hasil seleksi secara otomatis
Digitalisasi sistem ini mengacu pada kebijakan nasional penerimaan peserta didik yang bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mengurangi potensi kecurangan dalam proses seleksi.
Jalur Prestasi dan Afirmasi Jadi Fokus Tahap 1
Tahap pertama SPMB Bandung 2026 difokuskan pada jalur Prestasi dan Afirmasi. Jalur prestasi menilai capaian akademik maupun non-akademik siswa, sementara jalur afirmasi ditujukan bagi peserta dari keluarga kurang mampu serta kelompok rentan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menegaskan bahwa peserta yang belum lolos pada tahap pertama masih memiliki peluang melalui tahap berikutnya.
Menurutnya, sistem tahun ini dirancang dengan skema dua tahap untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon peserta didik.
Peluang Lanjut di Tahap 2 Jalur Domisili
Bagi peserta yang belum diterima di jalur prestasi, masih tersedia kesempatan pada tahap kedua melalui jalur domisili. Namun, terdapat ketentuan administratif yang harus dipenuhi, salah satunya adalah Kartu Keluarga (KK) yang telah terbit minimal satu tahun.
Sementara itu, peserta jalur afirmasi tetap akan diprioritaskan dalam proses pemenuhan kuota di sekolah negeri maupun swasta yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Dinas Pendidikan juga menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung.
Pemerintah Tegaskan Transparansi dan Tolak Praktik Percaloan
Dalam proses SPMB 2026, pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan pentingnya integritas dan transparansi. Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat meloloskan peserta melalui jalur tidak resmi.
Dinas Pendidikan juga membuka kanal pengaduan apabila ditemukan indikasi praktik percaloan atau penyalahgunaan wewenang dalam proses seleksi.
Langkah ini sejalan dengan upaya reformasi sistem penerimaan siswa baru di berbagai daerah di Indonesia, yang kini berbasis digital dan terintegrasi untuk meminimalisasi intervensi manual.
Akses Informasi Lebih Terbuka
Seluruh informasi terkait jadwal, kuota sekolah, persyaratan, hingga pengumuman hasil seleksi dapat diakses langsung melalui portal resmi SPMB Kota Bandung.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap proses penerimaan peserta didik baru di Kota Bandung menjadi lebih adil, transparan, dan merata bagi seluruh masyarakat.
SPMB 2026 juga diharapkan mampu memperkuat pemerataan akses pendidikan, sehingga setiap anak di Kota Bandung memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai kemampuan dan prestasi masing-masing.
Editor : Mahendra Aditya