Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tongkang Bermuatan 80.000 Ton Batubara Karam di Pantai Sukaresik Pangandaran, Air Laut Mulai Menghitam

Nabila Agustin • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:58 WIB
tongkang bernama Titan yang mengangkut sekitar 80.000 ton batubara dari Palembang menuju Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kebocoran dan akhirnya didamparkan di kawasan Pantai Pangandaran. (Ist)
tongkang bernama Titan yang mengangkut sekitar 80.000 ton batubara dari Palembang menuju Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kebocoran dan akhirnya didamparkan di kawasan Pantai Pangandaran. (Ist)

RADAR KUDUS – Sebuah tongkang bernama Titan yang mengangkut sekitar 80.000 ton batubara dari Palembang menuju Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kebocoran dan akhirnya didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Insiden tersebut kini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi pencemaran lingkungan setelah batubara mulai tercecer ke pesisir dan air laut di sekitar lokasi tampak menghitam.

Berdasarkan informasi, tongkang yang ditarik Tugboat Titan 33 itu mengalami kerusakan pada bagian pintu lambung kanan saat melintasi perairan selatan Pangandaran.

Kerusakan tersebut menyebabkan air laut masuk ke badan kapal sehingga tongkang menjadi miring dan tidak stabil.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin menjelaskan, kondisi tongkang terus memburuk sehingga awak kapal memutuskan melakukan pendamparan secara terkendali di Pantai Sukaresik pada Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Melihat kondisi tongkang yang semakin berisiko dan persediaan bahan bakar yang mulai menipis, diputuskan dilakukan pendamparan secara terkendali di Pantai Sukaresik,” ujar Anang.

Kapten Tugboat Titan 33, Bahtiar, mengatakan langkah tersebut diambil untuk menghindari kemungkinan tongkang tenggelam di tengah laut yang berpotensi menyebabkan tumpahan batubara lebih besar ke perairan Pangandaran.

“Langkah pendamparan dilakukan untuk menghindari kemungkinan tongkang tenggelam di tengah laut maupun terjadinya tumpahan muatan yang berpotensi mencemari perairan Pangandaran,” kata Bahtiar.

Pantai Sukaresik dipilih sebagai lokasi pendamparan karena dinilai relatif aman dan minim aktivitas masyarakat, baik wisatawan maupun nelayan.

Selain itu, seluruh awak kapal yang berjumlah 10 orang, termasuk kapten kapal, dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

Namun, sehari setelah tongkang didamparkan, dampak lingkungan mulai terlihat.

Pada Kamis (18/6/2026) pagi, batubara dari dalam tongkang tampak meluber dan terbawa arus hingga berserakan di sepanjang pesisir Pantai Sukaresik. 

Material batubara berukuran kecil menyerupai koral dan kelereng terlihat menutupi sebagian garis pantai, sementara warna air laut di sekitar lokasi mulai menghitam.

Kondisi tersebut menarik perhatian warga yang berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung tongkang yang kini berada dalam posisi miring di pesisir pantai.

Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di sekitar lokasi.

Lokasi karamnya tongkang berada tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Batuhiu, Pantai Batukaras, serta pusat konservasi penyu.

Selain itu, kawasan tersebut juga berdekatan dengan area tangkap nelayan sehingga muncul kekhawatiran terhadap potensi pencemaran yang dapat berdampak pada ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, aparat Satpolairud Polres Pangandaran bersama TNI AL melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi. Sementara itu, Tugboat Titan 33 telah diamankan ke Pelabuhan Bojongsalawe.

“Sementara hari ini masih kami jaga ketat, termasuk kapal tugboat sekarang dibawa ke pelabuhan Bojongsalawe,” kata AKP M. Anang Tri.

Menurutnya, pengamanan dilakukan guna mencegah terjadinya pencurian maupun penjarahan muatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, perusahaan terkait, serta masyarakat setempat untuk menjaga status quo lokasi sambil menunggu proses evakuasi tongkang.

Hingga Kamis (18/6/2026), tongkang masih berada di pesisir Pantai Sukaresik dan proses penanganan lebih lanjut masih menunggu langkah evakuasi dari pihak terkait.

Editor : Ali Mustofa
#batubara #tongkang #pangandaran