Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BGN Hentikan Insentif SPPG Saat Libur Sekolah, Hemat Anggaran Rp3 Triliun

Anita Fitriani • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:27 WIB
Ilustrasi mbg
Ilustrasi mbg

 

 

 

 

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) sementara menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat liburan sekolah tahun ajaran 2026.

Kebijakan ini mulai berlaku dari 22 Juni hingga 13 Juli 2026 dan diperkirakan akan menghemat lebih dari Rp3 triliun dari insentif Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengumumkan bahwa penghentian sementara program MBG dilakukan untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan program di lapangan.

Liburan sekolah ditetapkan secara resmi berlangsung mulai 22 Juni hingga 23 Juli 2026, dan BGN memanfaatkan waktu ini untuk merombak program tersebut.

Baca Juga: Fokus pada Ketahanan Energi, Bahlil Ajukan Rp27,33 Triliun untuk ESDM Tahun 2027

Kebijakan penghentian MBG mencakup dua hal penting yaitu tidak ada distribusi makanan ke sekolah dan berhentinya pembayaran insentif harian bagi SPPG yang tidak beroperasi selama masa liburan.

Insentif SPPG yang tidak diberikan senilai Rp3,45 triliun menjadi bagian utama dari penghematan anggaran ini.

Pemerintah memanfaatkan liburan sekolah untuk melakukan penyusunan dan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan Program MBG.

Evaluasi ini difokuskan untuk merapikan SPPG di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T) yang mengalami peningkatan anggaran yang tidak wajar dalam pelaksanaan.

Baca Juga: BGN: Dapur MBG Tak Lagi Dapat Insentif Rp 6 Juta per Hari

Sebelumnya, Komisi IX DPR mengusulkan agar program MBG dihentikan sementara saat liburan sekolah dari 29 Juni hingga 10 Juli, dan pemerintah akhirnya mengadopsi kebijakan serupa dengan durasi yang lebih panjang.

Langkah ini diambil untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem pengelolaan MBG di lapangan setelah muncul berbagai masalah operasional.

Tidak hanya di wilayah aglomerasi, tetapi juga terjadi pembengkakan anggaran di SPPG daerah terpencil atau 3T, sehingga pemerintah berencana untuk membangun 2.000 titik baru yang lebih efisien.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Ajukan Solar Subsidi 2027 Lebih Besar, Naik 19 Juta KL

Selain itu, pemerintah akan menilai kembali pemberian insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk dapur MBG demi memastikan efisiensi anggaran.

Distribusi MBG yang dihentikan sepanjang liburan sekolah membuat beberapa sekolah dasar yang sebelumnya rutin menerima MBG kini tidak lagi mendapatkan pasokan makanan.

Diharapkan, kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG dan memastikan anggaran digunakan lebih efektif demi kesejahteraan anak-anak Indonesia setelah program dilanjutkan. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#insentif sppg #BGN #Mbg #Libur sekolah #anggaran