Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pertamina Ungkap Kenaikan Pertamax Tidak Mengganggu Stok Pertalite

Anita Fitriani • Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:03 WIB
ilustrasi Pertamina (Foto: istock)
ilustrasi Pertamina (Foto: istock)

 

 

 

 

RADAR KUDUS — PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi, terutama Pertalite, akan terjaga dan tersedia di seluruh jaringan SPBU di Indonesia. 

Pernyataan ini disampaikan setelah adanya perubahan harga BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai ketersediaan Pertalite.

Pertamina menekankan bahwa harga Pertalite tetap setara dengan Rp10.000 per liter sesuai dengan peraturan pemerintah, tanpa ada perubahan pada harga BBM subsidi lainnya seperti Biosolar yang stabil di Rp6. 800 per liter.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pertamina menjelaskan secara terbuka mengenai ketersediaan stok Pertalite. Taufiq, perwakilan dari Pertamina, menyebutkan bahwa cadangan Pertalite saat ini setara dengan 12 hari konsumsi normal.

Baca Juga: Komnas PA Ungkap Kasus Bullying di Jakpus Kategorikan sebagai Tindak Kriminal

Stok di Fuel Terminal Rewulu dan berbagai SPBU di DIY berada dalam kondisi aman. Pernyataan ini juga berlaku untuk keseluruhan stok BBM di Indonesia, di mana Pertamina memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan BBM di jaringan SPBU setempat.

Walaupun ada laporan dari masyarakat tentang kekosongan Pertalite di beberapa daerah, Pertamina tetap berkomitmen untuk merespons dengan cepat jika diperlukan penambahan pasokan di wilayah tertentu.

Perusahaan bertekad untuk menjaga distribusi BBM tetap berjalan lancar dan memastikan akses masyarakat terhadap bahan bakar subsidi tidak terganggu.

Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap 43 Juta Murid Minta Program MBG Dilanjutkan

Pertamina juga melakukan pemantauan dan langkah mitigasi untuk menjaga kestabilan pasokan dengan pola distribusi reguler, alternatif, dan darurat agar ketersediaan BBM dalam negeri tetap terjamin.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga berperan untuk memastikan bahwa stok Pertalite mencukupi dan memperketat pengawasan distribusi.

Meskipun kenaikan harga Pertamax memengaruhi sebagian konsumen untuk beralih ke Pertalite, ESDM meyakinkan bahwa stok masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data stok nasional Pertamina hingga Maret 2026, ketahanan stok Pertalite tercatat sekitar 24 hingga 25 hari, yang berada di atas batas minimum 18,2 hari yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Korupsi MBG di BGN: Kejagung Ungkap Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka

Pertamina mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying yang bisa membuat pasokan menjadi tidak stabil.

Meskipun terdapat kenaikan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM aman dengan melakukan pemantauan yang cermat dan berbagai langkah mitigasi risiko.

Pertamina berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa merasa khawatir tentang ketersediaan Pertalite.

Pertamina juga akan terus memantau kondisi pasar dan siap melakukan penyesuaian distribusi bila diperlukan untuk menjaga kestabilan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#BBM #stok pertalite #bbm pertalite #pertamina