LAMPUNG — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi di Indonesia tidak akan mengalami kenaikan.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil dengan tegas di Lampung pada hari Rabu, 10 Juni 2026, sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Munas HIPMI. "Harga BBM subsidi dan LPG subsidi tidak akan berubah," jelas Bahlil.
Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG subsidi merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Bahlil menyatakan, "Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden," seperti yang dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
Langkah ini diambil di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah yang dapat berdampak pada pasar energi global.
Baca Juga: Kemenhaj Ungkap Kasus Badal Haji Fiktif, 140 Jemaah Jadi Korban
Harga BBM bersubsidi dipastikan tetap stabil dengan Pertalite di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar di Rp 6.800 per liter. Bahlil menambahkan bahwa pemerintah berfokus pada upaya menjaga daya beli masyarakat, sehingga harga BBM dan LPG subsidi tidak akan berubah.
Meskipun harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengalami kenaikan mengikuti perkembangan pasar internasional, harga untuk BBM bersubsidi dan LPG tetap tidak terpengaruh.
Bahlil kembali menegaskan keseriusan ini dalam pidatonya saat pembukaan Mubes V Kosgoro 1957 di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Partai Golkar, sebagai partai yang berpihak pada rakyat, berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga energi subsidi hingga akhir tahun.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga menjamin bahwa pasokan energi di Indonesia akan tetap aman meski harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan.
Bahlil menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi berlandaskan pada instruksi Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Indonesia perlu mencapai swasembada energi dan pangan sesuai instruksi Presiden, yang juga mencakup target pengurangan impor hingga 59% dari kebutuhan energi.
Tekad Bahlil untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG subsidi hingga 31 Desember 2026 memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada energi bersubsidi.
Baca Juga: Awkarin Tidak Hadir Tanpa Keterangan di Kasus Penipuan Hanania Travel
Harga Pertalite tetap di Rp 10.000 per liter dan LPG 3 kg subsidi stabil, pemerintah berharap dapat menjaga kestabilan harga barang dan daya beli masyarakat di tengah tantangan geopolitik yang ada.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan energi yang mendukung rakyat.
Kebijakan ini berbeda dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax yang melonjak menjadi Rp 16. 250 per liter sesuai dengan perkembangan pasar internasional.
Baca Juga: Viral! Bahlil Lahadalia Dipuji Lewat Lagu "MBG Mas Bahlil Ganteng", Golkar: Ini Kreativitas
Komitmen Bahlil Lahadalia ini merespon kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga energi subsidi yang sering terjadi dalam situasi ketidakstabilan pasar energi global.
Dengan tegas menyatakan bahwa BBM dan LPG subsidi tidak akan naik, Menteri ESDM memberikan jaminan stabilitas harga bagi jutaan rumah tangga Indonesia yang bergantung pada energi yang disubsidi.
Editor : Anita Fitriani