RADAR KUDUS — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh optimisme sekaligus diselingi kelakar khas saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung.
Di hadapan ratusan pengusaha muda dari seluruh penjuru tanah air, Kepala Negara menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk bertransformasi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045.
Optimisme tersebut, menurut Presiden, didasarkan pada potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda dan para pelaku usaha yang saat ini tengah gigih membangun fondasi bisnis mereka.
Baca Juga: Kelakar Angka 8 di Munas HIPMI: Momen Unik Presiden Prabowo Sempat Keliru Hitung "10 + 6 = 17"
Prabowo menilai, estafet kepemimpinan bangsa kelak akan berada di tangan para kader HIPMI yang hadir dalam munas tersebut.
Pesan Pengawasan dan Kelakar Berbobot
Dalam salah satu segmen pidatonya yang paling menyita perhatian, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pengabdiannya yang tidak akan pernah luntur bagi bangsa dan negara.
Ia menyatakan akan terus memantau perkembangan generasi penerus yang kelak memimpin Indonesia.
Menariknya, pesan serius ini disampaikan dengan gaya berkelakar yang langsung mencairkan suasana aula munas.
"Saya akan terus melihat perkembangan kalian. Bahkan, kalau nanti saya sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, saya akan tetap memonitor kalian semua dari atas," ujar Presiden Prabowo yang langsung disambut riuh tawa dan tepuk tangan meriah dari para peserta.
Meskipun disampaikan dengan nada bercanda, kutipan tersebut sarat akan makna mendalam.
Pernyataan itu menjadi pesan simbolis dari sang Presiden agar generasi muda tidak melonggarkan semangat, melainkan tetap konsisten menjaga integritas dalam membangun kedaulatan ekonomi Indonesia.
Peringatan Integritas di Era Kecerdasan Buatan (AI)
Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan ini juga memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya menjunjung tinggi hukum dan etika bisnis.
Prabowo mengingatkan bahwa lanskap dunia usaha saat ini telah berubah drastis seiring dengan lompatan teknologi digital.
Presiden menggarisbawahi bahwa kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan sistem pelacakan digital yang semakin canggih membuat ruang gerak untuk tindakan ilegal atau penyimpangan anggaran menjadi sangat sempit.
Di era modern ini, segala bentuk pelanggaran hukum atau praktik koruptif akan jauh lebih mudah terdeteksi dan dilacak hingga ke akarnya.
Oleh karena itu, di akhir arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya pengusaha muda di bawah naungan HIPMI, untuk memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif.
Ia menekankan bahwa inovasi teknologi harus dijadikan alat utama untuk mendorong kemakmuran rakyat secara merata, demi mewujudkan visi besar bersama: Indonesia Emas 2045. (*)