Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pertamax Makin Mahal! ESDM Jelaskan Kenapa Harga Melonjak

Iwan Arfianto • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:47 WIB
Harga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Penyesuaian Dilakukan untuk Menjaga Keberlanjutan Pasokan Energi
Harga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Penyesuaian Dilakukan untuk Menjaga Keberlanjutan Pasokan Energi

 

Jakarta – Penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax resmi diberlakukan sejak Rabu (10/6).

Setelah sekian lama dipertahankan di koridor Rp 12.300 per liter, harga Pertamax kini melonjak ke angka Rp 16.250 per liter.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun membeberkan faktor utama di balik kebijakan penyesuaian harga ini.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memaparkan bahwa lonjakan harga ini dipicu langsung oleh ketegangan geopolitik global yang eskalatif.

Dinamika tersebut menyebabkan pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional menjadi sangat fluktuatif dan tidak menentu.

"Dan ini tentu mau tidak mau berpengaruh terhadap harga BBM di tanah air. Terutama untuk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax salah satunya, dan BBM nonsubsidi ini, penyesuaian harganya mengikuti mekanisme pasar, sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Dwi Anggia, Kamis (11/6/2026).

Faktor Penentu Harga Keekonomian BBM

Lebih lanjut, Anggia menguraikan bahwa formula perhitungan harga keekonomian produk BBM dalam negeri secara reguler dipengaruhi oleh rantai variabel yang saling mengikat.

Beberapa indikator utamanya meliputi:

"Karena itu penyesuaian harga BBM nonsubsidi, cepat atau lambat, tidak terhindarkan," tambah Anggia.

Ia juga memberikan komparasi bahwa fenomena kenaikan tarif energi ini tidak hanya melanda Indonesia.

Negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) bahkan telah mengambil langkah serupa jauh lebih awal, dengan menetapkan nominal harga jual eceran BBM sejenis yang jauh lebih tinggi ketimbang tarif di dalam negeri saat ini.

Pertalite dan Solar Dipastikan Aman Sesuai Instruksi Presiden

Meskipun lini produk komersial non-subsidi mengalami koreksi harga yang cukup signifikan, Kementerian ESDM memberikan jaminan kuat bagi komoditas BBM bersubsidi.

Sektor bahan bakar yang disubsidi pemerintah dipastikan terbebas dari skema kenaikan tarif ini.

Kebijakan penguncian harga ini diambil langsung demi merealisasikan arahan strategis dari Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada perlindungan ekonomi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

"Karena itu Presiden memerintahkan agar harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dijamin tidak naik, demi melindungi kelompok rentan, melindungi daya beli masyarakat kecil, serta menjaga stabilitas ekonomi," tutup Anggia menegaskan.

Editor : Iwan Arfianto
#harga pertamax #kementerian esdm #bbm nonsubsidi