Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ribuan Motor Listrik Program MBG Terbengkalai di Gudang, Proyek Bernilai Rp1 Triliun Jadi Sorotan Publik

Ghina Nailal Husna • Rabu, 10 Juni 2026 | 21:01 WIB
Ribuan Motor Listrik Program MBG Terbengkalai di Gudang, Proyek Bernilai Rp1 Triliun Jadi Sorotan Publik (@brushcoo)
Ribuan Motor Listrik Program MBG Terbengkalai di Gudang, Proyek Bernilai Rp1 Triliun Jadi Sorotan Publik (@brushcoo)

 

RADAR KUDUS - Ribuan unit motor listrik yang sebelumnya dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan tersimpan dan tidak digunakan di sebuah kawasan industri di Sentul, Bogor. 

Kendaraan yang semula dirancang untuk memperkuat sistem distribusi makanan bergizi ke berbagai daerah itu kini hanya terparkir berjejer di area penyimpanan tanpa kejelasan mengenai nasib dan pemanfaatannya.

Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat sekitar 21.801 unit motor listrik tipe Emmo JVX GT yang tersimpan di lokasi tersebut.

Baca Juga: Sejumlah SPPG Hentikan Operasional Program Makan Bergizi Gratis, Dana Anggaran Belum Cair

Nilai pengadaan kendaraan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun. Jumlah yang sangat besar tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas perencanaan program dan penggunaan anggaran negara yang telah dialokasikan.

Dari pantauan di lokasi, ribuan motor listrik terlihat tersusun rapi dalam barisan panjang di area terbuka kawasan industri.

Sebagian kendaraan masih dalam kondisi baru dan bahkan masih terbungkus plastik pelindung. Banyak unit yang tampak belum pernah digunakan sama sekali sejak pertama kali tiba di lokasi penyimpanan.

Tidak hanya itu, pada sejumlah kendaraan masih terlihat jelas logo Badan Gizi Nasional (BGN) yang menandakan bahwa motor-motor tersebut memang dipersiapkan sebagai bagian dari infrastruktur pendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Namun hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa kendaraan tersebut akan segera didistribusikan atau dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional program.

Awalnya, pengadaan motor listrik tersebut dipromosikan sebagai salah satu langkah modernisasi dalam distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Dengan memanfaatkan kendaraan listrik, pemerintah diharapkan dapat menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu menjangkau berbagai wilayah secara lebih cepat.

Motor-motor tersebut dirancang untuk membantu proses pengiriman makanan dari pusat produksi ke sekolah, fasilitas pendidikan, maupun lokasi penerima manfaat lainnya yang menjadi sasaran Program Makan Bergizi Gratis.

Kehadiran armada distribusi yang memadai dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu penyaluran makanan bergizi.

Namun harapan tersebut kini berubah menjadi pertanyaan besar setelah ribuan unit kendaraan yang telah diadakan dengan nilai anggaran fantastis justru belum digunakan.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah muncul perkembangan terbaru dalam penyelidikan dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengadaan motor listrik tersebut.

Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah mantan pejabat tinggi Badan Gizi Nasional sebagai tersangka dalam perkara dugaan mark-up atau penggelembungan harga pengadaan motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis.

Mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka antara lain mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, serta mantan Wakil Kepala BGN lainnya, Sony Sonjaya.

Penetapan para tersangka tersebut membuat proyek pengadaan motor listrik yang sebelumnya dipromosikan sebagai bagian dari program strategis nasional kini berada di bawah sorotan aparat penegak hukum.

Penyidik mendalami berbagai aspek pengadaan, termasuk proses perencanaan, pengadaan barang, hingga dugaan adanya praktik penggelembungan harga yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Di sisi lain, warga yang tinggal di sekitar kawasan penyimpanan mengaku telah lama melihat ribuan kendaraan tersebut berada di lokasi.

Menurut sejumlah keterangan, motor-motor listrik itu telah tersimpan selama berbulan-bulan tanpa aktivitas distribusi yang signifikan.

Area penyimpanan juga disebut berada dalam pengawasan ketat sehingga tidak banyak informasi yang dapat diperoleh mengenai kondisi dan rencana penggunaan kendaraan tersebut.

Kondisi terbengkalainya ribuan motor listrik tersebut menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Banyak pihak menilai aset yang telah menghabiskan anggaran besar seharusnya dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik, khususnya program pemenuhan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Sejumlah pengamat juga menyoroti potensi kerugian yang dapat timbul apabila kendaraan-kendaraan tersebut terlalu lama disimpan tanpa digunakan.

Selain risiko penurunan kualitas kendaraan akibat penyimpanan jangka panjang, biaya perawatan dan pengelolaan aset juga berpotensi menjadi beban tambahan.

Kasus ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana sebuah proyek yang awalnya dirancang untuk mendukung program prioritas nasional dapat berubah menjadi polemik ketika pelaksanaannya diwarnai berbagai persoalan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Alami Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Berpotensi Hadapi Risiko Gagal Bayar pada 2027

Publik kini menantikan hasil penyelidikan aparat penegak hukum untuk mengetahui apakah benar terjadi penyimpangan dalam proses pengadaan serta bagaimana nasib ribuan motor listrik tersebut ke depannya.

Sementara itu, masyarakat berharap aset yang telah dibeli menggunakan dana besar tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal apabila secara hukum dinyatakan layak digunakan.

Dengan demikian, tujuan awal pengadaan untuk mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis dapat tetap diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#dugaan mark up #Motor Listrik MBG #dadan hindayana #program Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional