Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Anggaran Belum Cair, Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis

Ghina Nailal Husna • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:34 WIB
Anggaran Belum Cair, Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis
Anggaran Belum Cair, Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis

 

RADAR KUDUS  — Program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), tengah menghadapi kendala operasional di lapangan.

Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia dilaporkan terpaksa menghentikan sementara aktivitas pelayanan mereka.

Langkah krusial ini diambil sebagai dampak langsung dari belum cairnya dana operasional yang dibutuhkan untuk menyokong keberlangsungan program pemenuhan gizi tersebut.

Baca Juga: Resmi Naik Hari Ini! Harga Pertamax Meroket Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Pastikan Stok Aman

Kondisi ini mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah sejumlah pengelola SPPG secara terbuka menyampaikan surat pemberitahuan penghentian layanan melalui berbagai platform media sosial.

Sontak, situasi tersebut memicu gelombang pertanyaan dari masyarakat luas, khususnya para orang tua dan penerima manfaat, yang mempertanyakan tata kelola serta komitmen keberlanjutan program di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Daftar Wilayah yang Terdampak Gagal Salur

Berdasarkan informasi dan dokumen pengumuman yang beredar di jagat maya, beberapa unit layanan hilir yang terkonfirmasi menghentikan aktivitas produksinya tersebar di beberapa daerah strategis.

Di antaranya adalah SPPG Babakan, SPPG Cirebon Jamblangbakunglor, SPPG Krecek Badas Kediri, SPPG Sumedang Tanjungsari 01, hingga SPPG Purwodadi Muara Padang.

Dalam surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh masing-masing manajemen lokal, para pengelola menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan anggaran dari pusat membuat kas operasional mereka menipis. Akibatnya, rantai pasok bahan baku, proses produksi di dapur umum, hingga armada distribusi makanan ke sekolah-sekolah dan kelompok sasaran tidak dapat dilanjutkan untuk sementara waktu.

"Kami terpaksa mengambil keputusan sulit ini karena biaya talangan mandiri sudah tidak lagi mencukupi untuk menutup biaya operasional harian.

Layanan dihentikan sementara terhitung sejak tanggal 8 Juni 2026 hingga ada kepastian regulasi dan pencairan dana anggaran dari pusat," tulis salah satu pengumuman pengelola SPPG yang beredar luas.

Menanti Solusi Konkret dari Badan Gizi Nasional

Penghentian layanan yang sudah berjalan selama beberapa hari terakhir ini menimbulkan kekhawatiran terkait pemenuhan target capaian gizi nasional tahun ini.

Baca Juga: Harga Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250, Menko Cak Imin Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Tekanan Global

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau respons mendetail dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai penyebab teknis tersendatnya penyaluran anggaran tersebut, maupun estimasi pasti kapan program krusial ini dapat kembali berjalan dengan normal.

Di sisi lain, para guru, siswa, dan warga setempat di sekitar wilayah terdampak masih menaruh harapan besar.

Mereka sangat menantikan kejelasan serta langkah mitigasi cepat dari pemerintah pusat agar kendala birokrasi keuangan ini dapat segera teratasi, sehingga hak pemenuhan gizi anak-anak sekolah tidak terabaikan terlalu lama. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#anggaran SPPG belum cair #operasional MBG berhenti #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional