Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Modal Asing Balik Masuk Rp60,9 Triliun, Pemerintah Sebut Investor Mulai Kembali Percaya pada Ekonomi Indonesia

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09 WIB

 

Menteri Keuangan Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya

RADAR KUDUS – Di saat banyak negara berkembang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global, Indonesia justru mendapat kabar yang menenangkan dari pasar keuangan. Setelah sempat mengalami tekanan pada awal tahun, arus modal asing kini mulai berbalik arah.

Dana investor internasional kembali mengalir ke instrumen keuangan domestik. Pemerintah menilai fenomena ini sebagai sinyal bahwa kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia mulai pulih.

Bahkan, hingga awal Juni 2026, dana asing yang masuk tercatat mencapai puluhan triliun rupiah.

Kondisi tersebut menjadi angin segar, terutama ketika nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.

Modal Asing Masuk Rp60,9 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sepanjang triwulan II 2026 terjadi perbaikan signifikan pada arus modal asing ke Indonesia.

Aliran dana tersebut terutama masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Sementara itu, arus modal asing menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang triwulan II 2026, khususnya pada instrumen Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, hingga 3 Juni 2026 tercatat net inflow sebesar Rp60,9 triliun.

Angka tersebut menjadi pembalikan arah setelah pasar keuangan domestik sempat mengalami tekanan dan mencatat keluarnya dana asing pada triwulan sebelumnya.

Investor Melihat Indonesia Masih Menjanjikan

Kembalinya modal asing tidak hanya dipandang sebagai transaksi biasa di pasar keuangan.

Bagi pelaku ekonomi, kondisi ini menunjukkan bahwa investor global masih menilai Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menarik.

Di tengah perlambatan ekonomi di sejumlah negara dan tingginya suku bunga global, Indonesia dianggap memiliki daya tahan ekonomi yang relatif kuat.

Meski pasar saham masih mencatat arus keluar dana atau outflow, pemerintah menilai minat investor terhadap aset keuangan Indonesia secara keseluruhan tetap terjaga.

Masuknya dana ke SBN dan SRBI menunjukkan investor masih percaya terhadap stabilitas ekonomi nasional dan kemampuan pemerintah menjaga risiko fiskal.

Fundamental Ekonomi Jadi Magnet

Kepercayaan investor tidak datang tanpa alasan.

Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kinerja Indonesia masih cukup solid.

Pada triwulan I 2026, perekonomian nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta aktivitas industri yang tetap bergerak positif.

Sementara itu, inflasi pada Mei 2026 tercatat berada di level 3,08 persen, masih berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia.

Indonesia juga masih menikmati surplus neraca perdagangan, yang berarti nilai ekspor tetap lebih tinggi dibanding impor.

Selain itu, posisi cadangan devisa tercatat cukup kuat, setara dengan 5,6 bulan kebutuhan impor. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berkisar tiga bulan impor.

Sektor manufaktur pun menunjukkan perbaikan sepanjang Mei 2026, menjadi indikasi bahwa aktivitas produksi domestik masih berjalan ekspansif.

Kombinasi berbagai indikator inilah yang menjadi daya tarik utama bagi investor global.

Rupiah Diproyeksikan Menguat

Meski modal asing mulai masuk, pemerintah mengakui tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum sepenuhnya mereda.

Ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga bank sentral global, serta sikap hati-hati investor masih menjadi tantangan.

Namun, pemerintah optimistis kondisi tersebut akan membaik pada paruh kedua tahun ini.

Purbaya menyebut koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Pemerintah optimistis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor serta pendalaman pasar keuangan, sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026," katanya.

Jika aliran modal asing terus berlanjut, pasokan devisa diperkirakan meningkat sehingga dapat membantu memperkuat nilai tukar rupiah.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Masuknya modal asing kerap dianggap sebagai isu yang hanya relevan bagi investor atau pelaku pasar.

Padahal, dampaknya dapat dirasakan lebih luas.

Pasar keuangan yang stabil akan mendukung iklim investasi, membuka peluang ekspansi usaha, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Stabilitas rupiah juga membantu menjaga harga barang impor agar tidak melonjak tajam.

Bagi pelaku usaha, meningkatnya kepercayaan investor dapat memperbesar akses pembiayaan dan mendorong aktivitas bisnis.

Sementara bagi masyarakat, kondisi ekonomi yang lebih stabil diharapkan mampu menjaga daya beli dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tantangan Belum Berakhir

Meski berbagai indikator menunjukkan perbaikan, pemerintah tetap mengingatkan bahwa risiko global belum sepenuhnya mereda.

Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga perubahan kebijakan suku bunga negara maju masih dapat memengaruhi arus modal internasional sewaktu-waktu.

Karena itu, menjaga disiplin fiskal, memperkuat sektor keuangan, serta meningkatkan kepercayaan pasar menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilakukan.

Namun setidaknya, derasnya kembali aliran modal asing ke Indonesia menjadi sinyal penting bahwa di tengah badai ketidakpastian global, investor dunia masih melihat Indonesia sebagai pasar dengan prospek yang menjanjikan.

Editor : Mahendra Aditya
#rupiah 2026 #modal asing Indonesia 2026 #investor asing Indonesia #ekonomi indonesia 2026 #Purbaya Yudhi Sadewa