Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Gantikan Dadan Hindayana

Nabila Agustin • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:11 WIB
Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Gantikan Dadan Hindayana (sumber: web BGN)
Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Gantikan Dadan Hindayana (sumber: web BGN)

RADAR KUDUS – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dalam upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Nanik dipercaya memimpin BGN menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya dicopot dari jabatannya menyusul kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pelantikan tersebut, Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN untuk mendampingi kepemimpinan baru di lembaga tersebut.

Baca Juga: Penataan Ulang Program Unggulan: BGN Batasi Maksimal 6 Dapur MBG per Kecamatan, Ribuan Proyek SPPG Terancam Dievaluasi

Pada kesempatan yang sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, turut dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan pimpinan Badan Gizi Nasional serta perubahan jabatan di lingkungan pemerintah.

Prosesi berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Nanik bersama dua wakil kepala yang baru dilantik mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden dengan didampingi rohaniwan sebelum menandatangani dokumen pelantikan.

Suasana haru mewarnai acara tersebut. Setelah menerima ucapan selamat dari Presiden Prabowo serta sejumlah pejabat negara yang hadir, Nanik tampak tak kuasa menahan emosinya.

Ia beberapa kali terlihat menyeka air mata saat bersalaman dengan Presiden maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Ahmad Muzani, Zulkifli Hasan, Prasetyo Hadi, Agus Subiyanto, serta Listyo Sigit Prabowo.

Pergantian pucuk pimpinan BGN dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan sekitar satu setengah tahun.

Sebelumnya, pada 2 Juni 2026, Presiden memberhentikan Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala BGN lainnya, yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya.

Sehari setelahnya, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Program MBG Tahun Anggaran 2025–2026.

Sosok Nanik S Deyang

Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik dan komunikasi publik.

Kariernya dimulai sebagai wartawati di lingkungan media Kompas Gramedia melalui Tabloid Bangkit.

 Dari sana, ia terus meniti karier hingga menduduki posisi penting di Kelompok Media Peluang.

Pengalamannya di bidang media dan komunikasi kemudian membawanya aktif di dunia politik nasional.

Pada Pemilihan Presiden 2019, Nanik tercatat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Setelah Prabowo menjabat Presiden, Nanik dipercaya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029 sebelum akhirnya bergabung ke Badan Gizi Nasional.

Dikenal Tegas dalam Pengawasan Program MBG

Selama menjabat Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal aktif melakukan inspeksi ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.

Ia beberapa kali mengambil langkah tegas terhadap dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, maupun tata kelola operasional.

Bahkan, dalam sejumlah kesempatan, Nanik memutuskan menghentikan sementara operasional ribuan SPPG untuk proses evaluasi dan perbaikan.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Data yang disampaikannya pada akhir Mei 2026 menunjukkan bahwa dari lebih dari 27 ribu SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 unit sempat ditangguhkan operasionalnya untuk proses evaluasi.

Sebagian besar telah kembali beroperasi setelah memenuhi ketentuan yang berlaku, sementara sisanya masih menjalani pembenahan.

Kini, sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik menghadapi tugas besar untuk memperkuat tata kelola lembaga, memulihkan kepercayaan publik.

Serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi. (*)

Editor : Ali Mustofa
#Nanik S Deyang #Prabowo 2024 #dadan hindayana #korupsi #Kepala BGN