SUBULUSSALAM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Subulussalam, Aceh, mengalami gangguan sementara. Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat dilaporkan tidak beroperasi pada Senin (8/6/2026).
Penghentian layanan tersebut dipicu belum masuknya dana operasional ke rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG. Akibatnya, kegiatan produksi dan distribusi makanan bergizi tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Kondisi ini menambah daftar daerah yang mengalami kendala serupa dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, menyusul laporan penghentian sementara operasional sejumlah SPPG di beberapa wilayah Indonesia akibat keterlambatan pencairan anggaran.
Baca Juga: Dana Operasional Belum Masuk, 55 SPPG di Batam Stop Distribusi Makan Bergizi Gratis
Dua SPPG Terdampak di Penanggalan dan Sultan Daulat
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Subulussalam, Sartika Anggraini, membenarkan bahwa terdapat dua satuan layanan yang belum dapat menjalankan aktivitas operasional karena dana belum diterima.
Kedua SPPG yang terdampak berada di:
-
SPPG Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan.
-
SPPG Jambi Baru, Kecamatan Sultan Daulat.
Menurut Sartika, pihak pengelola telah menyampaikan konfirmasi bahwa operasional tidak dapat dilaksanakan karena belum tersedia anggaran yang diperlukan untuk pengadaan bahan baku dan kegiatan distribusi makanan.
"Hari ini ada dua SPPG yang telah mengonfirmasi tidak beroperasi, yakni SPPG Lae Bersih di Kecamatan Penanggalan dan SPPG Jambi Baru di Kecamatan Sultan Daulat," ujarnya.
Sartika menjelaskan bahwa mekanisme operasional Program MBG mensyaratkan dana harus terlebih dahulu masuk ke virtual account masing-masing SPPG sebelum kegiatan dapat dilaksanakan.
Karena itu, ketika dana belum diterima, satuan layanan tidak diperkenankan menjalankan aktivitas produksi maupun distribusi makanan bergizi.
Ia berharap proses pencairan anggaran yang sedang berlangsung dapat segera diselesaikan sehingga layanan kepada masyarakat bisa kembali normal dalam waktu dekat.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pusat melalui rapat daring sebelumnya, pencairan dana dijadwalkan berlangsung pada Senin (8/6/2026).
"Informasi yang kami terima dari pusat, pencairan dana dilakukan hari ini. Kami berharap prosesnya berjalan lancar agar kedua SPPG dapat segera kembali beroperasi," katanya.
Program MBG Jadi Prioritas Nasional
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya.
Melalui jaringan SPPG yang tersebar di berbagai daerah, pemerintah menargetkan penyediaan makanan bergizi dengan standar kesehatan yang terukur untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi, program ini juga diarahkan untuk mendukung penurunan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis daerah.
Kendala Pencairan Jadi Tantangan Implementasi
Meski menjadi program prioritas, pelaksanaan MBG di sejumlah daerah masih menghadapi tantangan administratif dan teknis, salah satunya terkait proses pencairan dana operasional.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah daerah melaporkan penghentian sementara layanan akibat anggaran yang belum masuk ke rekening satuan pelayanan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sinkronisasi antara pengelola program di daerah dengan sistem penyaluran anggaran dari pemerintah pusat.
Pengamat kebijakan publik menilai keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga kecepatan dan ketepatan distribusi dana agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Meski saat ini dua SPPG di Subulussalam belum beroperasi, pihak BGN optimistis kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Setelah dana operasional diterima, proses produksi makanan bergizi dan distribusi kepada penerima manfaat dapat kembali berjalan seperti biasa.
Pemerintah pusat bersama BGN juga terus melakukan pemantauan terhadap proses pencairan dana di berbagai daerah guna memastikan program tetap berjalan sesuai target.
Editor : Mahendra Aditya