RADAR KUDUS – Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6) sekitar pukul 07.37 WITA.
Guncangan yang terasa sangat kuat ini memicu kepanikan di kalangan warga pesisir Teluk Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sejumlah warga di Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, langsung berhamburan keluar rumah dan melakukan evakuasi mandiri menuju wilayah yang lebih tinggi di kawasan Mangki, Kelurahan Damuhung.
Langkah cepat tersebut dilakukan setelah warga merasakan getaran hebat yang bertepatan dengan adanya peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dikutip dari Manado Post (JawaPos Group), warga Kelurahan Tidore bernama Sri Mustri mengaku sempat melihat tanda alam yang membuat warga semakin panik, yakni air laut yang tiba-tiba surut.
“Di Tidore getaran gempa sangat terasa, dan suami saya yang ke laut melihat air laut sempat surut sedikit. Karena situasi panik, kami langsung mengamankan barang penting dan mengungsi,” ujarnya, Senin (8/6).
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, Fitri Lumiu, yang memilih segera menyelamatkan keluarga ke daerah yang lebih aman tanpa menunggu situasi memburuk.
“Kami akhirnya mengungsi ke Kelurahan Damuhung untuk menyelamatkan istri dan anak-anak,” katanya.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bermagnitudo 7,7 terdeteksi.
Berdasarkan data, pusat gempa berada di koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur dengan kedalaman sekitar 105 kilometer.
Hingga saat ini, ratusan warga masih bertahan di lokasi pengungsian di dataran tinggi.
Mereka memilih tetap siaga sambil menunggu informasi resmi terbaru dari pihak berwenang.
BMKG menetapkan beberapa wilayah pesisir dalam status SIAGA tsunami dan meminta masyarakat segera melakukan evakuasi sesuai estimasi waktu kedatangan gelombang.
Beberapa wilayah tersebut antara lain Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Bolaang Mongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Buol, Toli-Toli, hingga wilayah lain di Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Hingga berita ini disampaikan, masyarakat di wilayah terdampak masih diimbau untuk tetap tenang namun waspada, menjauhi kawasan pantai, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.
Editor : Ali Mustofa