Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Survei Poltracking 2026: Mayoritas Publik Puas dan Rasakan Manfaat Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 6 Juni 2026 | 23:21 WIB
Mayoritas Publik Puas dan Rasakan Manfaat Langsung Program Makan Bergizi Gratis
Mayoritas Publik Puas dan Rasakan Manfaat Langsung Program Makan Bergizi Gratis
 

RADAR KUDUS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sukses mengukuhkan posisinya sebagai kebijakan yang paling membekas di hati masyarakat. 

Berdasarkan hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh lembaga Poltracking Indonesia, program pemenuhan gizi massal ini dinilai sebagai program prioritas pemerintah yang paling memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung kemanfaatannya oleh masyarakat luas.

Dalam penyerapan opini publik yang diselenggarakan pada rentang waktu 11 hingga 17 Mei 2026 tersebut, MBG berhasil mengungguli berbagai program sosial dan kesehatan pendahulunya dengan selisih angka yang cukup signifikan.

Baca Juga: Diversifikasi Sumber Pembiayaan, Menkeu Purbaya Siap Sambangi China dan Inggris Demi Promosikan Surat Utang RI

Sebanyak 27,6 persen responden secara tegas menempatkan MBG di urutan pertama sebagai program dengan dampak langsung terbesar bagi kehidupan sehari-hari mereka.

Nilai ini berada jauh di atas torehan program andalan lain seperti Kartu Indonesia Sehat (11,2 persen), Kartu Indonesia Pintar (10,1 persen), serta program perluasan layanan kesehatan gratis (8,5 persen).

Dinilai Paling Efektif dan Tepat Sasaran

Keunggulan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhenti pada aspek besarnya manfaat yang dirasakan, melainkan juga pada ketepatan distribusinya di lapangan.

Poltracking Indonesia mencatat bahwa sebanyak 24,5 persen masyarakat menilai mekanisme penyaluran program MBG sudah berjalan secara efektif dan berhasil menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan asupan gizi tersebut.

"Angka persepsi ketepatan sasaran ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan program intervensi sosial lainnya," tulis laporan survei Poltracking.

Sebagai perbandingan, tingkat kepercayaan publik terhadap ketepatan sasaran program Kartu Indonesia Sehat berada di angka 12 persen, disusul Kartu Indonesia Pintar sebesar 10,7 persen, dan layanan kesehatan gratis yang mencatatkan angka 10,6 persen.

Data-data sektoral ini memperlihatkan indikator kuat bahwa tata kelola distribusi MBG sejauh ini mendapat impresi dan penerimaan publik yang sangat positif di berbagai daerah.

Popularitas Tinggi di Tengah Catatan Evaluasi Kepuasan

Dari segi penetrasi informasi dan popularitas kebijakan, program Makan Bergizi Gratis mencatatkan angka yang hampir sempurna.

Survei menunjukkan bahwa kesadaran publik (public awareness) terhadap program ini telah menyentuh angka 92,1 persen.

Artinya, hampir seluruh lapisan masyarakat dari berbagai pelosok tanah air sudah mengetahui keberadaan dan implementasi dari program unggulan tersebut.

Meski demikian, tingginya popularitas ini masih menyisakan ruang evaluasi yang cukup besar bagi jajaran kabinet pemerintahan.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap eksekusi riil program di lapangan tercatat berada di angka 55,6 persen. 

Selisih angka antara popularitas yang masif dan tingkat kepuasan yang moderat ini disinyalir bersumber dari dinamika operasional, kendala logistik, serta tantangan standarisasi menu gizi yang sempat terjadi di beberapa wilayah pencontohan selama beberapa bulan terakhir.

Pro dan Kontra Masa Depan Keberlanjutan Program

Ketika responden digali lebih dalam mengenai masa depan dan arah keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis, peta suara masyarakat tampak terbelah menjadi dua arus utama, dengan keunggulan tetap berada di kubu pendukung kebijakan.

Mayoritas responden atau sebesar 51,9 persen secara tegas menyatakan bahwa program MBG sangat krusial dan wajib untuk terus dilanjutkan oleh pemerintah demi investasi kualitas sumber daya manusia jangka panjang.

Di sisi lain, terdapat kelompok masyarakat yang memandang program ini secara kritis.

Baca Juga: Ekspresi Bahlil Kaget dan Tertawa saat Lagu MBG "Mas Bahlil Ganteng" Diputar di Acara Resmi Mubes Kosgoro

Sebanyak 35,3 persen responden menyuarakan pendapat agar program ini tidak perlu diteruskan, dengan alasan kekhawatiran atas beban fiskal anggaran negara yang besar serta potensi kebocoran anggaran di tingkat desa. 

Sementara itu, sisa 12,8 persen responden lainnya memilih bersikap netral dengan tidak memberikan jawaban atau belum menentukan sikap terkait masa depan program tersebut. 

Hasil survei komprehensif ini diharapkan dapat menjadi kompas berharga bagi pemerintah untuk terus menyempurnakan formula pelaksanaan MBG di sisa tahun anggaran berjalan. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Survei Poltracking Indonesia #Makan Bergizi Gratis Prabowo #Tingkat Kepuasan MBG 2026 #Program Tepat Sasaran #Evaluasi Kebijakan Pemerintah