Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BMKG Ungkap Prediksi El Nino 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang di Indonesia

Anita Fitriani • Sabtu, 6 Juni 2026 | 13:25 WIB
ilustrasi kekeringan (Foto: IStock)
ilustrasi kekeringan (Foto: IStock)

 

 

 

RADAR KUDUS — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan mulai muncul pada bulan Juni 2026 dengan intensitas yang berkisar antara moderat sampai kuat yang dapat mengakibatkan musim kemarau tahun 2026 lebih kering dan lebih lama dibandingkan dengan rata-rata 30 tahun terakhir. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani, menyatakan pentingnya masyarakat untuk tetap waspada terutama di bulan Juni, Juli, dan Agustus, di mana puncak musim kemarau diperkirakan terjadi di bulan Agustus dan September, yang akan lebih kering dibandingkan sebelumnya.

BMKG mengungkapkan bahwa hingga akhir bulan Maret 2026, sebanyak 7 persen dari Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah mulai memasuki musim kemarau.

Baca Juga: El Nino 2026 Makin Dekat, WMO Beri Peringatan

El Nino yang akan berdampak pada Indonesia diperkirakan memiliki intensitas sedang hingga kuat, yang dapat mengakibatkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering jika dibandingkan dengan rata-rata selama 30 tahun terakhir.

Fenomena iklim ini diperkirakan akan memicu datangnya musim kemarau lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan di beberapa daerah di Indonesia.

BMKG mulai meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi El Nino 2026 yang diperkirakan akan aktif mulai pertengahan tahun, dengan langkah antisipasi yang dilakukan melalui OMC (Observation, Modeling, dan Communication) serta pengawasan yang lebih ketat.

Baca Juga: Waspada Dampak El Nino: Dari Karhutla sampai Gangguan Sektor Pertanian

El Nino diperkirakan bakal aktif pada bulan Juni 2026 dengan intensitas yang moderat hingga kuat.

BMKG memperkirakan adanya kemungkinan musim kemarau yang berkepanjangan akibat fenomena El Nino yang dikenal sebagai "Godzilla" akan terjadi di Indonesia dari bulan Juni hingga Agustus 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa fenomena ini dapat mengurangi curah hujan di beberapa lokasi.

BMKG memproyeksikan musim kemarau 2026 akan lebih kering daripada biasanya akibat pengaruh fenomena El Nino yang melemahkan proses pembentukan awan serta mengurangi curah hujan di Indonesia.

Baca Juga: OJK Ungkap 33.836 Rekening yang Terkait dengan Judi Online Diblokir

Fenomena El Nino yang terjadi di Samudera Pasifik ini berdampak negatif pada pembentukan awan dan penurunan curah hujan di Indonesia.

Jika El Nino sangat kuat, beberapa daerah diperkirakan akan mengalami kekeringan yang lebih parah, terutama di tempat-tempat yang selama ini sensitif terhadap penurunan curah hujan.

Keadaan ini juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga BMKG menggarisbawahi pentingnya persiapan dari pemerintah daerah dan masyarakat, termasuk langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi efek yang ditimbulkan oleh fenomena iklim tersebut.

BMKG mengintensifkan kewaspadaan menjelang El Nino 2026 yang diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Potong Harga Avtur hingga 10%, Berlaku Mulai Juni 2026

"Kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, nanti puncak musim kemarau Agustus, September, itu dapat membuat kemarau di Indonesia akan lebih panjang dan juga lebih kering dari yang terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir" ujar Teuku Faisal dikutip dari kompas.com.

Dalam menghadapi tantangan ini, BMKG menyatakan pentingnya kesiapan dari pemerintah daerah dan masyarakat, serta langkah-langkah mitigasi yang tepat. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#el nino #kekeringan #musim kemarau #bmkg