RADAR KUDUS - Pemerintah Indonesia mulai memperkuat langkah menuju ekonomi hijau dengan mempelajari keberhasilan Denmark dalam menciptakan lapangan kerja berbasis lingkungan atau green jobs.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas peluang kerja sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai profesi baru yang lahir dari transformasi ekonomi hijau. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berencana mengirimkan tim khusus ke Denmark guna mempelajari secara langsung model pengembangan tenaga kerja hijau yang telah sukses diterapkan negara tersebut.
Menurut Jumhur, sektor lingkungan menyimpan peluang ekonomi yang sangat luas. Tidak hanya dalam pengelolaan sampah, tetapi juga pada bidang ekonomi karbon, perdagangan karbon, audit emisi, hingga berbagai profesi baru yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
"Indonesia memiliki peluang besar menciptakan lapangan kerja hijau dari berbagai sektor lingkungan. Pengalaman Denmark dapat menjadi referensi penting untuk mempercepat pengembangan talenta hijau di dalam negeri," ujarnya.
Potensi Green Jobs dari Sampah hingga Ekonomi Karbon
Konsep green jobs mencakup pekerjaan yang berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Profesi ini dapat muncul dari berbagai aktivitas seperti pengelolaan sampah, daur ulang, energi terbarukan, konservasi lingkungan, hingga jasa konsultasi dan audit karbon.
KLH melihat sektor tersebut sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru yang berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama bagi generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang teknologi dan lingkungan.
Selain menciptakan pekerjaan baru, pengembangan green jobs juga dinilai mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi tren ekonomi global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan dan rendah emisi karbon.
Denmark Jadi Contoh Sukses
Gagasan memperdalam kerja sama ini muncul setelah pertemuan Menteri Lingkungan Hidup dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, serta Penasihat Sektor Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Kedutaan Besar Denmark, Erika Torres.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Denmark memaparkan keberhasilan mereka membangun ekosistem ekonomi hijau yang mampu menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan.
Meski hanya memiliki populasi sekitar enam juta penduduk, Denmark berhasil menghasilkan sedikitnya 80 ribu green jobs yang tersebar di berbagai sektor lingkungan. Lapangan kerja tersebut berkembang dari aktivitas pengumpulan sampah, pemilahan limbah, pengolahan daur ulang, energi terbarukan, hingga pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Keberhasilan tersebut menjadikan sektor lingkungan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi negara Nordik tersebut.
Rahasia Denmark Membangun Ekonomi Hijau
Menurut Erika Torres, pencapaian Denmark tidak terlepas dari kombinasi kebijakan yang konsisten, dukungan teknologi, serta pemberian insentif bagi masyarakat dan pelaku usaha yang menerapkan praktik ramah lingkungan.
Regulasi yang mendukung inovasi hijau menjadi fondasi utama keberhasilan negara tersebut dalam mengembangkan industri lingkungan sekaligus membuka peluang kerja baru.
Selain itu, Denmark juga dikenal sebagai salah satu pelopor teknologi waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi. Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan listrik dan menciptakan nilai ekonomi tambahan.
Model tersebut dinilai relevan untuk dipelajari Indonesia yang saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah perkotaan dan kebutuhan energi berkelanjutan.
Menteri LH Diundang ke Denmark
Sebagai bagian dari kerja sama yang lebih erat, pemerintah Denmark mengundang Menteri Lingkungan Hidup untuk melakukan kunjungan resmi pada 15 hingga 19 Oktober 2026.
Dalam agenda tersebut, delegasi Indonesia akan diajak melihat secara langsung berbagai proyek dan kebijakan lingkungan yang telah berhasil menciptakan lapangan kerja hijau serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Jumhur menyatakan KLH akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam berbagai program pengembangan green jobs, termasuk mekanisme pembiayaan, pelatihan tenaga kerja, serta kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor hijau.
"Kami akan bertemu dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dalam pengembangan green jobs untuk mempelajari program-program yang telah berjalan dan hasil yang dicapai," kata Jumhur.
Menyiapkan Talenta Hijau Masa Depan
KLH menilai pengembangan green jobs merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama internasional, Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga kerja hijau yang siap mendukung transformasi ekonomi nasional.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi sirkular, memperluas peluang kerja berkualitas, serta memastikan bahwa proses transisi menuju pembangunan berkelanjutan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan belajar dari pengalaman Denmark, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu menjaga lingkungan, tetapi juga menjadikan sektor hijau sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan bagi generasi mendatang.
Editor : Mahendra Aditya