Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada Karhutla: BMKG Peringatkan Musim Kemarau Panjang

Anita Fitriani • Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:04 WIB
Ilustrasi kekeringan (Foto: Istock)
Ilustrasi kekeringan (Foto: Istock)

 

 

 

 

RADAR KUDUS — BMKG mengingatkan adanya kombinasi antara musim kering yang lebih panjang dan kemungkinan munculnya El Nino pada tahun 2026 dapat meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah Indonesia, oleh karena itu, waspada dan langkah-langkah mitigasi sejak awal sangat penting untuk mengurangi pengaruh kebakaran dan kekeringan yang mungkin meluas.

BMKG menjelaskan bahwa tanda-tanda penguatan kondisi ENSO menuju El Niño, meskipun diperkirakan pada level rendah hingga menengah, dapat mempengaruhi penurunan jumlah curah hujan dan memperpanjang masa kering di Indonesia, yang dapat membuat vegetasi dan lahan lebih rentan terbakar saat musim kemarau mencapai puncaknya.

Berdasarkan BMKG, peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan tidak merata, awal dari potensi kebakaran diprediksi akan muncul di daerah tertentu seperti Riau pada bulan Juni, sebelum menyebar ke Jambi dan Sumatera Selatan, dan akhirnya meluas ke beberapa bagian Kalimantan pada bulan Juli hingga Agustus, sehingga pemetaan kawasan rawan sangat penting untuk penempatan sumber daya mitigasi.

Untuk menghadapi ancaman ini, BMKG mendorong kolaborasi antar lembaga dan pemantauan cuaca yang lebih intensif, termasuk memperkuat peringatan awal dan menggunakan surveilans meteorologis untuk memberikan informasi real-time kepada pihak berwenang dan masyarakat di daerah rawan.

Baca Juga: BNI Dorong Ekonomi Nasional Lewat Perkuat Ekosistem Digital dan Pasar Global

BMKG juga menekankan perlunya tindakan pencegahan non-teknis seperti larangan membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli di titik-titik rawan, dan melakukan kampanye edukasi mengenai kewaspadaan kebakaran di masyarakat lokal untuk mencegah terjadinya titik api yang dapat meluas saat kondisi sangat kering.

Selain langkah-langkah pencegahan, BMKG menyebutkan bahwa sejumlah upaya teknis mitigasi telah disiapkan, termasuk koordinasi untuk operasi modifikasi cuaca di daerah tertentu jika memungkinkan berdasarkan kondisi dan prosedur yang berlaku, serta menyediakan informasi terintegrasi bagi pengambil keputusan dalam penanggulangan kebakaran.

BMKG mengingatkan bahwa meskipun proyeksi El Niño tahun ini diestimasikan tidak setinggi beberapa kejadian besar di masa lalu, kombinasi faktor iklim seperti fase positif Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) bersamaan dengan El Niño dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan meski fenomena ini mungkin tergolong sedang.

Baca Juga: Atas Arahan Prabowo, Andre Rosiade Salurkan 122 Ekor Sapi untuk Warga Sumbar

BMKG merekomendasikan agar pemerintah daerah, pengelola lahan, dan masyarakat tetap siap secara operasional—termasuk ketersediaan alat pemadam, akses jalan untuk kendaraan penanggulangan kebakaran, dan sumber air—serta menjaga komunikasi yang terintegrasi antara BMKG, lembaga penanggulangan bencana, dan otoritas kehutanan untuk respons cepat saat terjadi titik api.

BMKG mengingatkan bahwa langkah pencegahan sejak awal musim kemarau adalah kunci untuk mengendalikan kebakaran, oleh karena itu, upaya mitigasi yang terpadu, pemantauan cuaca yang berkelanjutan, dan kepatuhan masyarakat terhadap larangan membakar lahan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan selama periode El Niño 2026. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#info cuaca #el nino #bmkg #karhutla #cuaca