RADAR KUDUS — Bank Indonesia (BI) berencana untuk memperluas penggunaan QRIS antara negara-negara pada tahun 2026 dengan menambahkan India dan Hong Kong sebagai pasar baru, sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan interoperabilitas dalam pembayaran digital serta mendukung transaksi bagi pelaku usaha dan wisatawan antar negara.
Rencana perluasan QRIS tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang menjelaskan bahwa pada 2026 BI menargetkan kolaborasi QRIS lintas batas dengan India, Hong Kong, dan juga Timor Leste, setelah fase awal penerapan yang sebelumnya telah dimulai di beberapa negara mitra.
Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah pembayaran non-tunai bagi para wisatawan dan pelaku usaha, khususnya di kalangan UMKM yang kini didorong untuk menggunakan kode QR dalam transaksi antar negara, sehingga diharapkan transaksi yang masuk dan keluar menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Atas Arahan Prabowo, Andre Rosiade Salurkan 122 Ekor Sapi untuk Warga Sumbar
BI menjelaskan bahwa pelaksanaan QRIS antarnegara dilakukan secara bertahap dan memerlukan koordinasi teknis serta kolaborasi dengan otoritas pembayaran atau penyedia layanan pembayaran di negara mitra guna memastikan keamanan, konversi mata uang, dan standar teknis sehingga QRIS dapat diterima di titik-titik pembayaran setempat.
Sinyal untuk memperluas ke India dan Hong Kong muncul seiring dengan usaha untuk memperluas jaringan QRIS yang sebelumnya telah terhubung dengan beberapa negara di Asia Tenggara, Jepang, serta dicoba di Tiongkok dan Korea Selatan, sehingga penambahan India dan Hong Kong diharapkan dapat memperluas jangkauan penggunaannya dalam perdagangan dan pariwisata yang relevan.
BI juga menilai bahwa pengembangan ini akan mendukung inklusi keuangan digital dan meningkatkan akses pasar bagi UMKM Indonesia yang menerima pembayaran dari konsumen internasional, sementara pihak terkait di kedua negara mitra akan menyesuaikan berbagai aspek teknis dan regulasi untuk memastikan integrasi yang mulus.
Baca Juga: Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sopir Taksi Green SM Kini Jadi Tersangka
Bank Indonesia menargetkan pelaksanaan QRIS antar negara dengan India dan Hong Kong pada tahun 2026, dengan proses teknis dan kerja sama antar institusi sebagai kunci suksesnya, sehingga di masa mendatang, transaksi digital lintas negara diharapkan akan menjadi lebih mudah dan terstandarisasi. (*)
Editor : Anita Fitriani