Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cetak Pengusaha Baru, Presiden Prabowo Tantang Anak Muda Kreatif Bertarung di Dunia Usaha, Bukan Berburu Kursi ASN

Ghina Nailal Husna • Rabu, 20 Mei 2026 | 22:41 WIB
Presiden Prabowo Tantang Anak Muda Kreatif Bertarung di Dunia Usaha, Bukan Berburu Kursi ASN
Presiden Prabowo Tantang Anak Muda Kreatif Bertarung di Dunia Usaha, Bukan Berburu Kursi ASN

 

RADAR KUDUS — Presiden Prabowo Subianto memberikan suntikan motivasi sekaligus tantangan terbuka bagi generasi muda Indonesia untuk mengubah orientasi karier mereka.

Di tengah arus perubahan global yang menuntut inovasi cepat, Kepala Negara meminta agar anak-anak muda tidak lagi menjadikan posisi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat pemerintahan sebagai target utama masa depan mereka.

Sebaliknya, Presiden mendorong lahirnya gelombang wirausahawan baru yang berani masuk ke episentrum dunia usaha dan kompetitif di skala global.

Baca Juga: Rupiah Tertekan ke Rp17.743, BI-Rate Diprediksi Naik ke 5,00%: Beban Kredit KPR dan Usaha Kian Menantang

Langkah ini dinilai krusial demi merombak struktur ekonomi nasional agar tidak hanya dikuasai oleh kelompok yang itu-itu saja, melainkan digerakkan oleh demokratisasi ekonomi yang inklusif.

"Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah. Tapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha," ujar Presiden Prabowo secara tegas saat memaparkan arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional.

Mendorong Wajah-Wajah Baru dalam Demokrasi Ekonomi

Bagi Presiden Prabowo, membludaknya minat pemuda untuk menjadi pegawai negeri merupakan salah satu indikasi kurangnya keberanian dalam mengambil risiko pasar.

Padahal, fondasi ekonomi yang kuat justru lahir dari rahim sektor swasta dan UMKM yang dinamis.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk membuka karpet merah bagi pelaku usaha pemula lewat kemudahan regulasi, akses permodalan, serta pelatihan inkubasi bisnis.

"Kita harus dorong mereka, memberi kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru. Demokrasi ekonomi artinya janganlah yang itu-itu saja," tutur Kepala Negara.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memutus mata rantai oligopoli ekonomi dengan menciptakan sirkulasi pengusaha baru.

Anak muda didorong untuk jeli melihat peluang digitalisasi, hilirisasi industri, hingga ekonomi hijau demi membangun kedaulatan bisnis domestik.

"Ekonomi Jalan Tengah": Memadukan Perlindungan Negara dan Pasar Bebas

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menguraikan filosofi ekonomi yang dianut oleh pemerintahannya—sebuah konsep yang ia sebut sebagai Ekonomi Jalan Tengah.

Indonesia, menurutnya, tidak boleh terjebak dalam ekstremitas ideologi kapitalisme murni yang eksploitatif maupun sosialisme ketat yang membunuh inovasi individu.

Sistem ekonomi jalan tengah dirancang dengan mengambil intisari terbaik dari kedua kutub tersebut:

  • Aspek Kapitalisme: Mengadopsi ruang kompetisi yang sehat, mendorong efisiensi, serta memacu kreativitas individu dalam mencari profit.

  • Aspek Sosialisme: Menghadirkan intervensi negara dalam bentuk jaring pengaman sosial, perlindungan tenaga kerja, serta regulasi pasar yang adil.

Baca Juga: Refleksi Amanat Konstitusi, Presiden Prabowo: Rakyat Tak Bermimpi Kaya Raya, Hanya Ingin Hidup Layak

"Kita butuh peran negara, kita butuh perlindungan negara, kita butuh pengawasan, dan kita butuh keberpihakan dari negara untuk menjamin keadilan dan pemerataan," terang Presiden.

Melalui bauran gagasan ini, arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan diharapkan mampu memicu pertumbuhan yang akseleratif lewat peran aktif para pengusaha muda, namun di saat yang sama, tetap berdiri kokoh di atas asas keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Wirausaha Muda Indonesia #Demokrasi Ekonomi Nasional #Ekonomi Jalan Tengah #Pengusaha Baru Indonesia #Presiden Prabowo Subianto