RADAR KUDUS – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun fondasi ekonomi nasional.
Dalam nada tegas, ia menilai pemahaman sejarah menjadi landasan utama untuk merumuskan arah perekonomian ke depan.
“Sekarang saya minta waktu untuk menyampaikan hal mendasar tentang perekonomian kita. Saya merasa ini perlu disampaikan dari eksekutif kepada legislatif dan pimpinan lembaga tinggi negara,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi berbagai tantangan, meskipun di tengah keterbatasan.
Menurutnya, konsep pengelolaan ekonomi Indonesia sebenarnya telah dirancang oleh para pendiri bangsa yang merasakan langsung pahitnya masa penjajahan.
Prabowo menegaskan, para pendiri bangsa bukan sosok yang naif, melainkan tokoh yang mengalami sendiri penderitaan akibat penjajahan, mulai dari penghinaan hingga perampasan harga diri dan martabat bangsa.
Ia menyebut, pengalaman pahit tersebut membuat para pendiri bangsa memahami secara mendalam arti imperialisme dan dampaknya terhadap kehormatan bangsa Indonesia.
Selain itu, Prabowo menuturkan bahwa para pendiri bangsa menyaksikan langsung bagaimana kekayaan Nusantara diambil oleh penjajah.
Karena itu, ia mengingatkan agar Indonesia tidak mudah terpesona oleh negara lain yang meraih kemakmuran melalui praktik penjajahan dan eksploitasi.
Meski menyinggung sejarah kelam, Presiden menegaskan bahwa ia tidak mengajak masyarakat untuk membenci bangsa lain.
Ia justru mengajak seluruh masyarakat menjadikan sejarah sebagai pelajaran agar kesalahan masa lalu tidak kembali terulang.
Menurutnya, ada pepatah yang menyatakan bahwa bangsa yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah itu sendiri.
Oleh sebab itu, persatuan para pemimpin bangsa menjadi kunci agar kekayaan Indonesia tidak kembali dikuasai pihak asing.
Editor : Ali Mustofa