Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fenomena Langka! Asteroid 2026 JH2 Dekati Bumi dengan Kecepatan Tinggi

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 19 Mei 2026 | 07:15 WIB
Ilustrasi foto asteroid mendekati bumi
Ilustrasi foto asteroid mendekati bumi

RADAR KUDUS - Sebuah asteroid bernama 2026 JH2 dijadwalkan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 19 Mei 2026.

Fenomena antariksa ini langsung menarik perhatian komunitas astronomi dunia karena jaraknya yang tergolong dekat dalam ukuran kosmik.

Objek luar angkasa tersebut pertama kali terdeteksi pada 10 Mei 2026 melalui observatorium Mount Lemmon Survey di Arizona, Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil pengamatan awal, asteroid ini memiliki diameter sekitar 15 hingga 35 meter atau setara ukuran paus biru.

Meski melintas cukup dekat, para ilmuwan memastikan asteroid tersebut tidak membahayakan Bumi. NASA melalui sistem pemantauan Jet Propulsion Laboratory menyebut lintasan 2026 JH2 berada pada jalur aman tanpa potensi tabrakan.

Asteroid ini diperkirakan melaju dengan kecepatan lebih dari 32 ribu kilometer per jam. Pada titik terdekatnya, 2026 JH2 akan berada sekitar 91 ribu kilometer dari Bumi, atau kurang dari seperempat jarak Bumi ke Bulan.

Dalam klasifikasi astronomi, 2026 JH2 termasuk kelompok NEO atau Near-Earth Object tipe Apollo. Jenis asteroid ini dikenal memiliki orbit yang memotong jalur orbit Bumi sehingga menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pertahanan planet.

Fenomena ini menjadi kesempatan berharga bagi para peneliti untuk mempelajari komposisi dan struktur asteroid tanpa harus mengirim misi antariksa mahal. Dengan bantuan teleskop modern, ilmuwan dapat memperoleh data resolusi tinggi terkait kandungan mineral dan karakteristik permukaan asteroid.

Meski aman, objek berukuran seperti 2026 JH2 tetap menjadi perhatian serius. Para astronom mencontohkan insiden meteor Chelyabinsk pada 2013 yang memicu gelombang kejut besar setelah memasuki atmosfer Bumi dan menyebabkan kerusakan bangunan serta ribuan orang terluka.

Kemajuan teknologi deteksi dini kini membuat ancaman asteroid lebih mudah dipantau. Sistem Planetary Defense modern mengandalkan jaringan observatorium internasional dan algoritma canggih untuk menghitung probabilitas tabrakan objek antariksa hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.

Selain melakukan pemantauan, NASA juga terus mengembangkan teknologi pertahanan planet. Salah satunya melalui misi Double Asteroid Redirection Test atau DART yang sukses menguji teknik mengubah lintasan asteroid pada 2022.

Masyarakat yang tertarik menyaksikan fenomena ini dapat menggunakan teleskop amatir kecil atau mengikuti siaran langsung dari Virtual Telescope Project yang menampilkan pergerakan asteroid secara real time.

Perlintasan asteroid 2026 JH2 menjadi pengingat pentingnya investasi teknologi antariksa dan sistem pertahanan planet demi menjaga keamanan Bumi dari ancaman benda langit di masa depan.

5 Keyword

 

Deskripsi 220 Karakter

Asteroid 2026 JH2 akan melintas dekat Bumi pada 19 Mei 2026 dengan jarak sekitar 91 ribu kilometer. NASA memastikan objek antariksa tipe Apollo itu aman dan tidak berpotensi menabrak Bumi.

3 Alternatif Judul

  1. Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi Hari Ini, NASA Pastikan Aman
  2. Fenomena Langka! Asteroid 2026 JH2 Dekati Bumi dengan Kecepatan Tinggi
  3. NASA Ungkap Detail Asteroid 2026 JH2 yang Melintas Sangat Dekat dengan Bumi
Editor : Mahendra Aditya
#Asteroid 2026 JH2 #asteroid dekat Bumi #fenomena astronomi 2026 #asteroid Apollo #nasa