Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jejak Global Anies Baswedan: Dari Jakarta Menuju Dewan Penasihat Transformasi Kota Riyadh

Ghina Nailal Husna • Senin, 18 Mei 2026 | 21:48 WIB
Jejak Global Anies Baswedan: Dari Jakarta Menuju Dewan Penasihat Transformasi Kota Riyadh
Jejak Global Anies Baswedan: Dari Jakarta Menuju Dewan Penasihat Transformasi Kota Riyadh

 

RADAR KUDUS – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali memperkuat eksistensinya di kancah internasional.

Anies secara resmi dipercaya untuk mengemban peran strategis sebagai anggota Dewan Penasihat pada Royal Commission for Riyadh City (RCRC).

Lembaga ini merupakan badan otoritas tinggi di bawah naungan langsung Kerajaan Arab Saudi yang bertanggung jawab atas ambisi besar transformasi Riyadh menjadi salah satu dari sepuluh ekonomi kota terbesar di dunia pada tahun 2030.

Baca Juga: Perkuat Independensi Peradilan, Presiden Prabowo Resmikan Kenaikan Gaji Hakim hingga 280 Persen

Keterlibatan Anies diawali dengan kehadirannya dalam gelaran Riyadh Competitiveness Forum (RCF).

Di forum tersebut, ia bersanding dengan para pakar tata kota, akademisi, dan penasihat global dari berbagai negara untuk merumuskan strategi penguatan daya saing kota.

Penunjukan ini tidak lepas dari rekam jejak Anies dalam menata Jakarta, khususnya dalam menciptakan ekosistem urban yang lebih manusiawi.

Kehadirannya menjadi jembatan pertukaran gagasan antara pengalaman praktis di Asia Tenggara dengan visi modernisasi di Timur Tengah.

Dalam sesi diskusinya, Anies menyoroti capaian Jakarta yang kini mulai dipandang sebagai salah satu contoh sukses transformasi transportasi publik terintegrasi di dunia.

Keberhasilan Jakarta dalam mengintegrasikan berbagai moda transportasi—mulai dari bus rapid transit (BRT), MRT, hingga LRT—menjadi daya tarik tersendiri bagi otoritas Riyadh.

"Pengalaman Jakarta dalam membangun sistem transportasi modern kini mulai dilirik kota-kota global, termasuk Riyadh, sebagai referensi pengembangan kota yang lebih nyaman, terhubung, dan berdaya saing tinggi di masa depan," ungkap Anies.

Riyadh, yang saat ini tengah membangun proyek transportasi masal ambisius melalui Riyadh Metro, melihat pola integrasi dan peningkatan jumlah pengguna transportasi publik di Jakarta sebagai studi kasus yang relevan untuk diterapkan dalam skala kota metropolitan yang tengah berkembang pesat.

Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Anies menegaskan bahwa keterlibatannya dalam lembaga internasional seperti RCRC adalah sinyal kuat bahwa transformasi kota-kota di Indonesia semakin diperhitungkan di panggung dunia.

Pengalaman dari tanah air tidak lagi hanya menjadi konsumsi domestik, melainkan telah menjadi komoditas pengetahuan global.

Baca Juga: Yuki Kato Tampil Feminim dengan Gaya Rambut Panjang Berponi, Netizen Puji Kesegaran Penampilannya

Ia menyampaikan harapannya agar prestasi ini memicu kota-kota lain di Indonesia untuk terus berinovasi.

Fokus utamanya adalah membangun kota yang "layak huni" (livable) dan ramah bagi warga, sehingga mampu bersaing secara global tanpa menanggalkan identitas lokalnya.

"Keterlibatan ini menunjukkan bahwa gagasan dari Indonesia mampu mewarnai arah pembangunan dunia. Kita ingin semakin banyak kota di Tanah Air yang mampu menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di berbagai negara," pungkasnya. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Royal Commission for Riyadh City #Transformasi Kota Riyadh #Transportasi Publik Jakarta #Riyadh Competitiveness Forum #anies baswedan