RADAR KUDUS - Aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah banyak pengguna mengeluhkan berbagai gangguan teknis yang dinilai menghambat proses pembaruan data bantuan sosial. Aplikasi yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali di Google Play Store itu sebenarnya dirancang untuk memudahkan masyarakat memeriksa status penerima bantuan sosial seperti BPNT, BST, dan PKH.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga dapat mengusulkan diri sendiri maupun tetangga yang dianggap layak menerima bantuan sosial. Selain itu, pengguna diberi akses untuk menyampaikan sanggahan terhadap penerima bansos yang dinilai tidak tepat sasaran. Namun di lapangan, sejumlah warga justru mengaku kesulitan memanfaatkan fitur-fitur tersebut akibat banyaknya bug yang belum diperbaiki.
Berdasarkan informasi di Google Play Store, aplikasi Cek Bansos terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026. Kemensos juga menyatakan bahwa aplikasi tersebut memiliki sistem keamanan data yang cukup baik, termasuk tidak membagikan data ke pihak ketiga, tidak mengumpulkan data pengguna, serta menggunakan enkripsi saat proses pengiriman data berlangsung.
Meski begitu, rating aplikasi masih berada di angka 3,1 dengan lebih dari 83 ribu ulasan. Mayoritas komentar terbaru justru dipenuhi kritik terkait performa aplikasi yang dianggap tidak stabil.
Salah satu pengguna bernama Sri Lestari mengaku frustrasi karena gagal melakukan pembaruan data meskipun sudah mencoba berkali-kali. Ia mengatakan aplikasi terus meminta pengisian data RT meski format yang dimasukkan sudah benar sesuai ketentuan tiga digit angka. Bahkan setelah membersihkan cache, menghentikan paksa aplikasi, hingga menginstal ulang, masalah tersebut tetap tidak terselesaikan.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna lain, Mardilla Ica. Ia menyebut bug pada kolom RT sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu namun belum juga diperbaiki. Menurutnya, proses update data selalu terhenti pada pilihan “silakan pilih RT” meskipun data telah diisi sesuai KTP.
Tidak hanya soal pembaruan data, masalah login juga menjadi perhatian pengguna. Rizqi Hafidz mengungkapkan bahwa aplikasi sering mengalami error ketika masuk ke akun. Setelah berhasil login, pengguna justru mendapatkan notifikasi bahwa sesi telah berakhir dan diminta masuk kembali. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan menggunakan aplikasi untuk mengusulkan penerima bantuan sosial maupun menyampaikan sanggahan.
Banyak warga berharap Kementerian Sosial segera melakukan perbaikan sistem karena aplikasi ini menjadi salah satu layanan digital yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran aplikasi Cek Bansos sebenarnya dinilai sangat membantu untuk mempercepat proses pendataan dan transparansi bantuan sosial. Namun tanpa pembenahan bug dan peningkatan stabilitas sistem, manfaat aplikasi dinilai belum bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas.
Editor : Mahendra Aditya