Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jawa Timur hingga Sumut Dilanda Suhu Panas Ekstrem Hingga 37 Derajat, Ini Penjelasan BMKG

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 15 Mei 2026 | 08:32 WIB
Ilustrasi cuaca panas. Foto: istockphoto.com
Ilustrasi cuaca panas. Foto: istockphoto.com

RADAR KUDUS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkap sejumlah wilayah Indonesia sedang mengalami suhu udara yang cukup panas dalam beberapa hari terakhir. 

Bahkan, temperatur maksimum dilaporkan mencapai 36 hingga 37 derajat Celsius di beberapa daerah.

Wilayah yang mengalami suhu tinggi tersebut antara lain Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.

Kondisi cuaca panas itu tercatat terjadi selama periode 11 hingga 13 Mei 2026.

Menurut BMKG, meningkatnya suhu udara dipicu oleh berkurangnya tutupan awan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut membuat paparan sinar matahari ke permukaan bumi menjadi lebih intens sehingga suhu terasa lebih terik dibanding biasanya.

Meski cuaca terasa panas pada siang hari, BMKG menegaskan kondisi tersebut tidak selalu menandakan musim kemarau telah datang sepenuhnya.

Sebab, kelembapan udara di berbagai daerah Indonesia masih tergolong tinggi.

Kelembapan yang tinggi justru dapat memicu terbentuknya awan konvektif pada sore hingga malam hari.

Akibatnya, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah meskipun suhu siang hari cukup ekstrem.

BMKG mencatat beberapa daerah bahkan mengalami curah hujan tinggi dalam periode yang sama.

Sulawesi Barat menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi mencapai 139 mm per hari.

Selain itu, hujan dengan intensitas cukup lebat juga terjadi di Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan, hingga Kalimantan Tengah.

Menurut BMKG, kondisi cuaca yang dinamis tersebut dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif di kawasan Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity.

Tak hanya itu, keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa wilayah juga ikut memperkuat pembentukan awan hujan sehingga meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat selama masa peralihan musim.

Potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih dapat muncul, terutama pada sore hingga malam hari.

Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas meningkat, seperti memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas berat di bawah terik matahari, serta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG secara berkala.

Editor : Mahendra Aditya
#suhu panas Indonesia #Jawa Timur panas #cuaca ekstrem #bmkg #cuaca panas