RADAR KUDUS - Ribuan jamaah haji asal Aceh kembali menerima manfaat dari Wakaf Baitul Asyi yang telah bertahan lebih dari dua abad.
Penyaluran dana wakaf dilakukan secara simbolis di kawasan Jarwal, Makkah, oleh Nazir Wakaf Baitul Asyi, Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu, bersama pengurus wakaf dan perwakilan Pemerintah Aceh.
Wakaf Baitul Asyi merupakan amanah bersejarah yang diwariskan oleh ulama asal Aceh, Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau yang dikenal sebagai Habib Bugak Asyi.
Ia mewakafkan hartanya untuk membantu masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji maupun menetap di Makkah.
Menurut Syaikh Abdul Latif, wakaf tersebut sudah berjalan selama sekitar 220 tahun sejak pertama kali diikrarkan pada 1809 Masehi.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan wakaf ini tetap terjaga berkat pengawasan pengelola serta dukungan Pemerintah Arab Saudi.
Pada musim haji 2026, sekitar 5.426 jamaah haji Aceh menerima dana wakaf dengan total penyaluran mencapai 11,2 juta riyal.
Setiap jamaah memperoleh bantuan sebesar 2.000 riyal atau sekitar Rp9,2 juta untuk membantu kebutuhan selama berada di Tanah Suci.
Kuota haji Aceh tahun ini memang mencapai 5.426 orang yang terbagi dalam 14 kelompok terbang.
Sebagian besar jamaah diberangkatkan melalui gelombang kedua dengan rute langsung menuju Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Dana yang dibagikan berasal dari hasil pengelolaan aset wakaf Baitul Asyi berupa hotel dan bangunan strategis di sekitar Masjidil Haram.
Dalam akad wakaf awal, jamaah Aceh sebenarnya berhak memperoleh fasilitas penginapan.
Namun karena aset tersebut kini dikelola pihak lain, manfaatnya diberikan dalam bentuk uang tunai.
Pengelola menyebut pembagian dana tunai sudah berlangsung selama 11 tahun terakhir dengan total distribusi melebihi 100 juta riyal.
Mereka berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan jamaah untuk menunjang kelancaran ibadah haji.
Berdasarkan data Kementerian Agama, aset Wakaf Baitul Asyi kini berkembang pesat dan diperkirakan bernilai lebih dari 200 juta riyal atau sekitar Rp5,2 triliun.
Beberapa aset penting yang dimiliki antara lain Hotel Ajyad 25 lantai dan Menara Ajyad 28 lantai yang lokasinya dekat dengan Masjidil Haram.
Bangunan tersebut mampu menampung lebih dari 7.000 orang dan menjadi simbol nyata manfaat wakaf yang terus dirasakan masyarakat Aceh lintas generasi.
Wakaf Baitul Asyi pun menjadi salah satu contoh warisan filantropi Islam terbesar dari Nusantara yang tetap hidup hingga sekarang.
Editor : Mahendra Aditya