Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duel Satpam di Surabaya Berujung Maut, Dipicu Masalah Utang Pinjol

Ali Mustofa • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:36 WIB

 

ilustrasi mayat
ilustrasi mayat

RADAR KUDUS – Dua petugas keamanan di sebuah perumahan kawasan Kota Surabaya, Jawa Timur, terlibat pertikaian yang berujung tragis.

Peristiwa tersebut dipicu persoalan pinjaman online (pinjol) yang menyeret keduanya, masing-masing berinisial OA (26) dan DM (48).

Insiden tersebut berakhir dengan meninggalnya DM setelah mengalami luka serius akibat senjata tajam.

Korban diketahui menderita luka tusuk di bagian leher, dada, serta beberapa bagian tubuh lainnya hingga kehilangan banyak darah dan tidak dapat diselamatkan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan bahwa pertikaian bermula dari permasalahan tanggung jawab pembayaran pinjol yang digunakan bersama.

Perbedaan pendapat memicu adu mulut hingga akhirnya berujung pada tindakan kekerasan.

“Terjadi perselisihan terkait tanggung jawab pembayaran pinjol. Dari cekcok tersebut kemudian tersangka melakukan penusukan yang mengenai bagian leher dan dada korban hingga meninggal dunia,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurut keterangan kepolisian, pelaku OA diduga tersulut emosi setelah merasa tersinggung dengan ucapan korban terkait urusan pinjol tersebut.

Cekcok antara keduanya kemudian pecah di sekitar lokasi kejadian pada Minggu (10/5/2026).

Dalam peristiwa itu, OA disebut menggunakan pisau dan menyerang bagian tubuh vital korban.

Usai kejadian, pelaku melarikan diri namun berhasil ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di tempat kosnya pada Senin (11/5/2026) sore.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, pihak keluarga korban memberikan keterangan berbeda mengenai latar belakang permasalahan tersebut.

Adik korban, Adi Deden Februadi (35), mengungkapkan bahwa persoalan pinjol sudah lama menjadi beban yang pernah diceritakan korban kepada keluarga.

Ia menyebut korban sempat mengeluhkan akun pinjaman daring yang diduga dipakai oleh rekan sesama satpam.

Korban, menurutnya, berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Dia sempat cerita soal akun pay later yang dipakai temannya. Bahkan pernah konsultasi soal cara menonaktifkan akun itu,” ujar Adi saat ditemui di RS Bhayangkara, Senin (11/5/2026).

Adi menambahkan, kakaknya merupakan sosok yang pendiam dan tidak banyak terlibat masalah.

Setelah bekerja, korban biasanya langsung pulang untuk beristirahat atau membantu keluarga.

Korban diketahui meninggalkan dua anak perempuan yang masih bersekolah.

Keluarga menduga peristiwa ini berkaitan dengan kesalahpahaman yang dipicu persoalan utang piutang yang belum tuntas.

Sebelumnya, korban ditemukan tak bernyawa di pos jaga perumahan dengan kondisi tubuh penuh luka.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh rekan sesama satpam yang curiga karena pos jaga masih menyala pada pagi hari.

Saat dilakukan pemeriksaan, korban ditemukan tergeletak dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

Hasil visum menunjukkan luka di bagian leher, dada, perut, lengan, hingga bagian punggung.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan ponsel milik korban, sementara kendaraan dan barang lainnya masih berada di lokasi.

Aparat juga menduga korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan motif lengkap serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Editor : Ali Mustofa
#utang pinjol #duel satpam #meninggal #surabaya #utang piutang