Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cuaca di Madinah Menyentuh 42°C, Jemaah Haji Diminta Waspada Dehidrasi dan Diimbau untuk Jaga Kesehatan

Anita Fitriani • Rabu, 13 Mei 2026 | 21:24 WIB
Ilustrasi ibadah haji
Ilustrasi ibadah haji

 

 

 

RADAR KUDUS — Cuaca di Madinah saat ini sangat panas, dengan suhu pada siang hari yang pernah mencapai 42 derajat Celsius.

Kondisi ini memaksa jemaah haji untuk lebih berhati-hati dan disiplin dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari masalah mendesak seperti dehidrasi atau heat stroke saat menjalani rangkaian ibadah.

Temperatur udara di Kota Nabi Madinah selama musim haji 1447 H/2026 M berada pada angka ekstrim, dengan kisaran antara 39 sampai 42 derajat Celsius di siang hari.

Peningkatan suhu ini muncul pada bulan Mei hingga Juni 2026, yang merupakan bagian dari musim panas di Arab Saudi, sehingga seluruh jemaah haji diwajibkan untuk lebih waspada terhadap pengaruh cuaca terhadap kesehatan mereka.

Baca Juga: Jemaah Haji Bawa Tempe Orek 5 Kg, Koper Dibongkar Petugas di Bandara Jeddah

Cuaca yang sangat panas di Madinah ini disertai dengan kelembapan udara yang rendah, sehingga tubuh dapat kehilangan cairan dengan lebih cepat ketika beraktivitas di luar.

Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya dehidrasi, kelelahan, dan masalah kesehatan mendesak seperti heat stroke, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau masalah jantung.

Oleh karena itu, Kementerian Agama RI dan tim kesehatan haji Indonesia secara khusus mengingatkan jemaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, terutama saat suhu berada di puncaknya.

Baca Juga: Kabar Duka Haji 2026: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Jadi 24 Orang di Arab Saudi

Saran kesehatan yang diberikan kepada jemaah haji di antaranya adalah untuk minum air putih lebih banyak secara teratur, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20 hingga 30 menit, meskipun tidak merasa haus.

Selain itu, jemaah juga disarankan untuk mengenakan pakaian longgar berwarna jelas, menggunakan payung, kacamata hitam, dan sepatu yang nyaman untuk mengurangi paparan sinar matahari dan panas yang berlebihan.

Penggunaan masker yang dibasahi dan pelembap bibir juga sangat penting untuk perlindungan diri, mengingat kondisi udara yang sangat kering di Madinah dapat mempercepat kehilangan cairan melalui pernapasan dan kulit.

Pemerintah Indonesia melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menyediakan layanan kesehatan 24 jam untuk menangani jemaah yang mengalami keluhan akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga: Jemaah Haji Diminta Patuhi Aturan Tak Menjemur Baju di Atap Hotel

Petugas medis mengingatkan agar jemaah segera melapor ke klinik atau pos kesehatan terdekat jika merasakan gejala seperti pusing, mual, muntah, lemas, atau sesak napas yang berkepanjangan.

Kementerian Agama juga menekankan pentingnya bagi jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang tidak perlu, terutama di luar ruangan selama jam-jam terpanas, untuk menjaga kondisi fisik tetap prima selama rangkaian ibadah haji yang masih panjang.

Kesadaran jemaah dalam menjaga hidrasi, pola istirahat, dan menghindari aktivitas berlebihan menjadi kunci utama untuk terhindar dari masalah kesehatan saat melaksanakan ibadah haji 2026.

Pesan dari pemerintah dan petugas kesehatan di Tanah Suci menegaskan kembali bahwa menjaga kesehatan bukan hanya urusan pribadi, tetapi merupakan investasi penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian haji dengan aman dan khusyuk. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#cuaca di madinah #madinah #cuaca ekstrem #Haji 2026 #jemaah haji